Suatu hari seorang ayah menyuruh anak-anaknya ke hutan melihat sebuah pohon pir di waktu yang berbeda.
Anak pertama disuruhnya pergi pada misim DINGIN,
Anak kedua pada musim SEMI,
Anak ketiga pada musin PANAS,
dan Anak keempat pada musim GUGUR.
Mereka menberikan pendapat kepada ayahnya :
Anak1 : pohon pir itu tampak sangat jelek dan batangnya bengkok,
Anak2 : pohon itu dipenuhi kuncuo-kuncup hijau yang menjanjikan,
Anak3 : pohon itu dipenuhi dengan bunga-bunga yang menebarkan bau yang harum,
Anak4 : ia tidak setuju dengan saudaranya, ia berkata bahwa pohon itu penuh dengan buah yang matang dan harum.
Kemudian sang ayah berkata bahwa kalian semuanya benar, hanya saja kalian melihat di waktu yang berbeda.
AYahnya berpesan : "Mulai sekarang jangan pernah menilai kehidupan hanya berdasarkan satu masa yang sulit."
Ketika kamu mengalami masa-masa sulit, segalanya terlihat tidak menjanjikan, banyak kegagalan dan kekecewaan, jangan cepat menyalahkan diri dan orang lain, bahkan berkata bahwa kamu tidak mampu, bodoh dan bernasib sial...
Ingatlah, kamu berharga dimata TUHAN, tidak ada istilah "nasib sial" bagi orang yang percaya !
Kerjakan yang menjadi bagianmu dan percayalah TUHAN akan mengerjakan bagian-Nya...
Jika kamu tidak bersabar ketika berada di musim dingin, maka kamu akan kehilangan musim semi dan musim panas yang menjanjikan harapan, dan kamu tidak akan menuai hasil dimusim gugur. Kegelapan malam tidak seterusnya bertahan, esok akan datang fajar yang mengusir kegelapan. Bersama TUHAN selalu ada pengharapan yang baru.
(Dikutip dari Buletin GMI Jemaat Betel tanggal 2 Oktober 2011)
Rabu, 05 Oktober 2011
Selasa, 07 Juni 2011
HUKUM YANG TERUTAMA
HUKUM YANG TERUTAMA
Hukum yang terutama adalah hukum “Kasih”. Buah Roh yang pertama di sebutkan juga “Kasih”. Kasih menjadi dasar/landasan bagi kita orang percaya untuk dapat berhubungan terus dengan TUHAN. Dalam Matius 22:37-39 Jawab Yesus kepadanya :”Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang ke dua, yang sama dengan itu, ialah : kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
Jika bicara “Kasih” hampir semua orang beriman langsung memandang dari segi membina hubungan kasih dengan sesama saudara seiman. Hal ini memang perlu sebab ini perintah Allah. Tetapi kita harus ingat bahwa masih ada unsur penting dalam buah Roh kasih, tidak hanya mencakup hubungan dengan sesama.
Tuhan ingin kita sebagai anak-anakNYA menjadi sempurna, sama seperti Bapa yang adalah sempurna. (Mat 5:48). Sebab seorang anak harus memiliki kemiripan dengan Bapanya. Untuk dapat menjadi sempurna seperti Bapa maka setiap anak wajib membangun hubungan “Kasih” dengan Bapanya yang di sorga. Sebab dengan tegas Tuhan Yesus mengatakan, hukum yang terutama adalah Kasihilah Tuhan Allahmu......
Allah menghendaki anak-anakNYA mengenalNYA sedemikian rupa hingga dapat mengekspresikan kasih mereka kepadaNYA sebagaimana yang mereka mampu dalam hubungan yang paling intim denganNYA. Mengasihi sesama adalah perwujudan pengembangan dari pengenalan dan hubungan kasih kepada BAPA dengan intim. Jika kita dapat benar-benar mengasihi BAPA, maka tidak akan ada lagi ketakutan (1 Yoh 4:18), sebab siapa masih memiliki ketakutan berarti ia tidak sempurna di dalam kasih. Bapa sangat mengetahui bahwa roh ketakutan menjalar cepat seperti kanker dalam diri orang beriman yang tidak sempurna dalam pengembangan kasih kepada BAPA. Sebab masa ini makin jahat, banyak hal akan terjadi menimpa bumi ,masa menuju akhir. Tuhan Yesus sudah memperingatkan dalam Lukas 21:26. Dengan memiliki hubungan kasih dengan BAPA, maka kita orang beriman mampu mengatasi segala hal yang dihadapi dalam kehidupan ini.
Mari kita bina dan kembangkan dengan kesungguhan hubungan kasih dengan BAPA agar kita dapat mengenalNYA dengan benar. Dengan cara mempertajam penglihatan rohani kita untuk dapat mempelajari sifat-sifat BAPA melalui teladan hidup TUHAN YESUS. Berdoalah di dalam ROH (Yudas 20,21). Mempraktikkan kasih, agar kasih ALLAH menjadi sempurna di dalam kita (1 Yohanes 4:12). (Amin)
Hukum yang terutama adalah hukum “Kasih”. Buah Roh yang pertama di sebutkan juga “Kasih”. Kasih menjadi dasar/landasan bagi kita orang percaya untuk dapat berhubungan terus dengan TUHAN. Dalam Matius 22:37-39 Jawab Yesus kepadanya :”Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang ke dua, yang sama dengan itu, ialah : kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
Jika bicara “Kasih” hampir semua orang beriman langsung memandang dari segi membina hubungan kasih dengan sesama saudara seiman. Hal ini memang perlu sebab ini perintah Allah. Tetapi kita harus ingat bahwa masih ada unsur penting dalam buah Roh kasih, tidak hanya mencakup hubungan dengan sesama.
Tuhan ingin kita sebagai anak-anakNYA menjadi sempurna, sama seperti Bapa yang adalah sempurna. (Mat 5:48). Sebab seorang anak harus memiliki kemiripan dengan Bapanya. Untuk dapat menjadi sempurna seperti Bapa maka setiap anak wajib membangun hubungan “Kasih” dengan Bapanya yang di sorga. Sebab dengan tegas Tuhan Yesus mengatakan, hukum yang terutama adalah Kasihilah Tuhan Allahmu......
Allah menghendaki anak-anakNYA mengenalNYA sedemikian rupa hingga dapat mengekspresikan kasih mereka kepadaNYA sebagaimana yang mereka mampu dalam hubungan yang paling intim denganNYA. Mengasihi sesama adalah perwujudan pengembangan dari pengenalan dan hubungan kasih kepada BAPA dengan intim. Jika kita dapat benar-benar mengasihi BAPA, maka tidak akan ada lagi ketakutan (1 Yoh 4:18), sebab siapa masih memiliki ketakutan berarti ia tidak sempurna di dalam kasih. Bapa sangat mengetahui bahwa roh ketakutan menjalar cepat seperti kanker dalam diri orang beriman yang tidak sempurna dalam pengembangan kasih kepada BAPA. Sebab masa ini makin jahat, banyak hal akan terjadi menimpa bumi ,masa menuju akhir. Tuhan Yesus sudah memperingatkan dalam Lukas 21:26. Dengan memiliki hubungan kasih dengan BAPA, maka kita orang beriman mampu mengatasi segala hal yang dihadapi dalam kehidupan ini.
Mari kita bina dan kembangkan dengan kesungguhan hubungan kasih dengan BAPA agar kita dapat mengenalNYA dengan benar. Dengan cara mempertajam penglihatan rohani kita untuk dapat mempelajari sifat-sifat BAPA melalui teladan hidup TUHAN YESUS. Berdoalah di dalam ROH (Yudas 20,21). Mempraktikkan kasih, agar kasih ALLAH menjadi sempurna di dalam kita (1 Yohanes 4:12). (Amin)
Senin, 06 Juni 2011
MENJADI UTUSAN TUHAN
“ MENJADI UTUSAN TUHAN.”
“ Jawab malaikat itu kepadanya: “ Akulah Gabriel yang melayani ALLAH dan aku telah diutus untuk berbicara dengan engkau dan untuk menyampaikan kabar baik ini kepadamu.” Lukas 1:19
Baca Matius 25:15
Setiap orang yang telah lahir baru, memiliki predikat sebagai seorang “ messenger “ utusan. Hal ini tidak jauh berbeda dengan tugas dari pada malaikat Gabriel. Adapun yugas dari malaikat Gabriel adalah membawa kabar baik. Dan setiap kabar yang disampaikan berdasarkan atas nama TUHAN. Demikian setiap amanat yang kita terima merupakan tugas yang mulia. Untuk dapat memenuhi panggilan sebagai utusan TUHAN, ada beberapa hal yang harus kita perhatikan :
1. Hidup kudus dan benar……mengenai syarat yang pertama ini memang tidak mudah untuk dilakukan , tetapi itulah yang harus kita penuhi, sebab Firman TUHAN berkata : “ sebab ada tertulis : Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.” 1 Petrus 1:16. Selain itu dalam ayat lain juga dikatakan”…….sebab tanpa kekudusan tidak seoarangpun akan melihat TUHAN.” Ibrani 12:14b. Saudara, setiap perintah atau tugas yang kita terima tentunya dapat kita lakukan karena didalam diri kita ada kuasa yang tidak terbatas yaitu kuasa Roh Kudus. Jadi untuk dapat hidup kudus dan benar itu pasti dapat kita lakukan, asalkan kita mau taat dan bergantung sepenuhnya kepada TUHAN. Walaupun ada seribu alasan bahwa hidup Kudus dan benar itu sulit, tetapi itulah yang harus kita kejar dan dapatkan. TUHAN YESUS telah meberikan teladan kepada kita dalam mengemban segala tugas-Nya yang diberikan oleh BAPA. Dengan ketaatan dan hubungan-Nya yang begitu erat itulah yang membuat Dia tetap hidup dalam kekudusan dan kebenaran.
2. Mengembangkan Talenta……Setiap orang , terutama anak TUHAN pasti dibekali dengan sebuah talenta walaupun masing-masing talenta yang diberikan TUHAN berbeda-berbeda, tetapi yang pasti semuanya itu diberikan pada kita sebagai salah satu perlengkapan dalam menjalankan tugas yang TUHAN berikan kepada kita. Ada orang yang diberikan satu talenta, dua talenta atau lima talenta; semuanya itu diberikan berdasarkan kesanggupan masing-masing. (Matius 25:15). Dan talenta yang kita terima harus kita kembangkan, tetapi bukanlah brarti kita kembangkan untuk diri kita sendiri tetapi juga untuk orang lain. Inilah salah satu hal yang harus kita lakukan karena didalamnya terkandung suatu tugas untuk dapat diberitakan Injil / kabar baik, yaitu kabar keselamatan. Tetapi apabila kita tidak mengembangkan talenta yang telah kita terima, maka ada konsekwensi yang harus kita tanggung, seperti tertulis dalam Matius 25:26…” Maka jawab tuannya itu: Hai kamu hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat dimana aku tidak menabur dan memungut dari tempat dimana aku tidak menanam ? Karena itu sudahlah seharusnya uangku itu kauberikan kepada orang yang menjalankan uang, supaya sekembaliku aku menerimanya serta dengan bunganya. Sebab itu ambilkanlah talenta itu dari padanya dan berikan kepada orang yang mempunyai sepuluh talenta itu. Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya. Dan campakanlah hamba yang tidak berguna itu kedalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.
3. Bertanggung jawab…..Segala tugas yang dipercayakan kepada kita biarlah kita lakukan dengan sungguh-sungguh disertai rasa penuh tanggung jawab. Namun berapa banyak orang yang pada mulanya melayani TUHAN begitu menggebu-gebu, tetapi pada saat diperhadapkan dengan suatu ujian atau tantanngan, maka oaring tersebut mulai berjalan mundur secara teratur; dalam pengertian orang tersebut mulai perlahan-lahan meninggalkan sebagai tanggung jawabnya sebagai utusan TUHAN. Kita lihat kisah dari YUNUS; ia telah mendapat predikat sebagai seorang nabi atau penyambung lidah ALLAH, tetapi pada saat ia diperintahkan TUHAN pergi ke Niniwe untuk menyampaikan pesan TUHAN ternyata ia justru lari dari tanggung jawabnya dan ia pergi Tarsis, sehingga ia harus mengalami persoalan yang begitu berat. Namun bagaimanapun juga TUHAN masih tetap saying kepada YUNUS, sehingga TUHAN memberi kesempatan kepada Yunus untuk bertobat. Ahkirnya ia pergi ke Niniwe dan seluruh kota Niniwe diselamatkan TUHAN. Padahal kota tersebut hendak ditunggang balikan oleh TUHAN karena segala kejahatannya. Tetapi oleh karena utusan yang kembali untuk melakukan segala tanggung jawabnya maka pemulihan itu terjadi.Oleh karena itu , melalui kisah Yunus ini biarlah boleh mengingatkan kepada kita bahwa kita semua yang percaya kepada KRISTUS adalah utusan ALLAH yang punya tanggung jawab terhadap keselamatan jiwa-jiwa. Yehezkhiel 33:7-9….” Dan engkau anak manusia, Aku menetapkan engkau menjadi penjaga bagi kaum Israel. Bilamana engkau mendengar sesuatu firman dari pada-Ku, peringatkanlah mereka demi nama-Ku. Kalau Aku berfirman kepada orang jahat: Hai orang jahat, engkau pasti mati! --dan engkau tidak berkata apa-apa untuk memperingatkan orang jahat itu supaya bertobat dari hidupnya, orang jahat itu akan mati dalam kesalahannya, tetapi Aku akan menuntut pertanggungan jawab atas nyawanya dari padamu. Tetapi jikalau engkau memperingatkan orang jahat itu supaya ia bertobat dari hidupnya, tetapi ia tidak mau bertobat, ia akan mati dalam kesalahannya, tetapi engkau telah menyelamatkan nyawamu.
4 Mempergunakan Kesempatan Yang Ada……Setiap orang mendapatkan kesempatan untuk melakukan segala tugas yang telah diterima, tetapi tidak semua orang dapat mempergunakan kesempatan yang ada. Justru kesempatan itu dibuang secara percuma tanpa menghiraukan apa yang akan menjadi tanggung jawabnya semula. Memang kesempatan yang kita terima waktunya berbeda-beda ada yang pendek maupun ada yang panjang. Namun hal itu tidak menghambat kita untukmelakukan tugas-tugas sebagai seorang utusan TUHAN; sebab Firman TUHAN berkata : …” Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, selama masih siang; akan datang malam, di mana tidak ada seorangpun yang dapat bekerja.” Yohanes 9:4. Dan dalam ayat lain juga menasehatkan : …”. Hiduplah dengan penuh hikmat terhadap orang-orang luar, pergunakanlah waktu yang ada.” Kolose 4:5.
Dari keempat hal diatas biarlah boleh peringatan bagi kita untuk semakin sungguh-sungguh lagi dalam melaksanakan segala tugas yang TUHAN berikan kepada kita karena kita adalah Utusan TUHAN, segala sesuatu yang kita kerjakan dengan sungguh-sungguh tidak akan sia-sia, karena upah dari TUHAN telah dipersiapkan bagi kita…..AMEN.
TUHAN YESUS memberkati Anda dan Keluarga…AMEN.
“ Jawab malaikat itu kepadanya: “ Akulah Gabriel yang melayani ALLAH dan aku telah diutus untuk berbicara dengan engkau dan untuk menyampaikan kabar baik ini kepadamu.” Lukas 1:19
Baca Matius 25:15
Setiap orang yang telah lahir baru, memiliki predikat sebagai seorang “ messenger “ utusan. Hal ini tidak jauh berbeda dengan tugas dari pada malaikat Gabriel. Adapun yugas dari malaikat Gabriel adalah membawa kabar baik. Dan setiap kabar yang disampaikan berdasarkan atas nama TUHAN. Demikian setiap amanat yang kita terima merupakan tugas yang mulia. Untuk dapat memenuhi panggilan sebagai utusan TUHAN, ada beberapa hal yang harus kita perhatikan :
1. Hidup kudus dan benar……mengenai syarat yang pertama ini memang tidak mudah untuk dilakukan , tetapi itulah yang harus kita penuhi, sebab Firman TUHAN berkata : “ sebab ada tertulis : Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.” 1 Petrus 1:16. Selain itu dalam ayat lain juga dikatakan”…….sebab tanpa kekudusan tidak seoarangpun akan melihat TUHAN.” Ibrani 12:14b. Saudara, setiap perintah atau tugas yang kita terima tentunya dapat kita lakukan karena didalam diri kita ada kuasa yang tidak terbatas yaitu kuasa Roh Kudus. Jadi untuk dapat hidup kudus dan benar itu pasti dapat kita lakukan, asalkan kita mau taat dan bergantung sepenuhnya kepada TUHAN. Walaupun ada seribu alasan bahwa hidup Kudus dan benar itu sulit, tetapi itulah yang harus kita kejar dan dapatkan. TUHAN YESUS telah meberikan teladan kepada kita dalam mengemban segala tugas-Nya yang diberikan oleh BAPA. Dengan ketaatan dan hubungan-Nya yang begitu erat itulah yang membuat Dia tetap hidup dalam kekudusan dan kebenaran.
2. Mengembangkan Talenta……Setiap orang , terutama anak TUHAN pasti dibekali dengan sebuah talenta walaupun masing-masing talenta yang diberikan TUHAN berbeda-berbeda, tetapi yang pasti semuanya itu diberikan pada kita sebagai salah satu perlengkapan dalam menjalankan tugas yang TUHAN berikan kepada kita. Ada orang yang diberikan satu talenta, dua talenta atau lima talenta; semuanya itu diberikan berdasarkan kesanggupan masing-masing. (Matius 25:15). Dan talenta yang kita terima harus kita kembangkan, tetapi bukanlah brarti kita kembangkan untuk diri kita sendiri tetapi juga untuk orang lain. Inilah salah satu hal yang harus kita lakukan karena didalamnya terkandung suatu tugas untuk dapat diberitakan Injil / kabar baik, yaitu kabar keselamatan. Tetapi apabila kita tidak mengembangkan talenta yang telah kita terima, maka ada konsekwensi yang harus kita tanggung, seperti tertulis dalam Matius 25:26…” Maka jawab tuannya itu: Hai kamu hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat dimana aku tidak menabur dan memungut dari tempat dimana aku tidak menanam ? Karena itu sudahlah seharusnya uangku itu kauberikan kepada orang yang menjalankan uang, supaya sekembaliku aku menerimanya serta dengan bunganya. Sebab itu ambilkanlah talenta itu dari padanya dan berikan kepada orang yang mempunyai sepuluh talenta itu. Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya. Dan campakanlah hamba yang tidak berguna itu kedalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.
3. Bertanggung jawab…..Segala tugas yang dipercayakan kepada kita biarlah kita lakukan dengan sungguh-sungguh disertai rasa penuh tanggung jawab. Namun berapa banyak orang yang pada mulanya melayani TUHAN begitu menggebu-gebu, tetapi pada saat diperhadapkan dengan suatu ujian atau tantanngan, maka oaring tersebut mulai berjalan mundur secara teratur; dalam pengertian orang tersebut mulai perlahan-lahan meninggalkan sebagai tanggung jawabnya sebagai utusan TUHAN. Kita lihat kisah dari YUNUS; ia telah mendapat predikat sebagai seorang nabi atau penyambung lidah ALLAH, tetapi pada saat ia diperintahkan TUHAN pergi ke Niniwe untuk menyampaikan pesan TUHAN ternyata ia justru lari dari tanggung jawabnya dan ia pergi Tarsis, sehingga ia harus mengalami persoalan yang begitu berat. Namun bagaimanapun juga TUHAN masih tetap saying kepada YUNUS, sehingga TUHAN memberi kesempatan kepada Yunus untuk bertobat. Ahkirnya ia pergi ke Niniwe dan seluruh kota Niniwe diselamatkan TUHAN. Padahal kota tersebut hendak ditunggang balikan oleh TUHAN karena segala kejahatannya. Tetapi oleh karena utusan yang kembali untuk melakukan segala tanggung jawabnya maka pemulihan itu terjadi.Oleh karena itu , melalui kisah Yunus ini biarlah boleh mengingatkan kepada kita bahwa kita semua yang percaya kepada KRISTUS adalah utusan ALLAH yang punya tanggung jawab terhadap keselamatan jiwa-jiwa. Yehezkhiel 33:7-9….” Dan engkau anak manusia, Aku menetapkan engkau menjadi penjaga bagi kaum Israel. Bilamana engkau mendengar sesuatu firman dari pada-Ku, peringatkanlah mereka demi nama-Ku. Kalau Aku berfirman kepada orang jahat: Hai orang jahat, engkau pasti mati! --dan engkau tidak berkata apa-apa untuk memperingatkan orang jahat itu supaya bertobat dari hidupnya, orang jahat itu akan mati dalam kesalahannya, tetapi Aku akan menuntut pertanggungan jawab atas nyawanya dari padamu. Tetapi jikalau engkau memperingatkan orang jahat itu supaya ia bertobat dari hidupnya, tetapi ia tidak mau bertobat, ia akan mati dalam kesalahannya, tetapi engkau telah menyelamatkan nyawamu.
4 Mempergunakan Kesempatan Yang Ada……Setiap orang mendapatkan kesempatan untuk melakukan segala tugas yang telah diterima, tetapi tidak semua orang dapat mempergunakan kesempatan yang ada. Justru kesempatan itu dibuang secara percuma tanpa menghiraukan apa yang akan menjadi tanggung jawabnya semula. Memang kesempatan yang kita terima waktunya berbeda-beda ada yang pendek maupun ada yang panjang. Namun hal itu tidak menghambat kita untukmelakukan tugas-tugas sebagai seorang utusan TUHAN; sebab Firman TUHAN berkata : …” Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, selama masih siang; akan datang malam, di mana tidak ada seorangpun yang dapat bekerja.” Yohanes 9:4. Dan dalam ayat lain juga menasehatkan : …”. Hiduplah dengan penuh hikmat terhadap orang-orang luar, pergunakanlah waktu yang ada.” Kolose 4:5.
Dari keempat hal diatas biarlah boleh peringatan bagi kita untuk semakin sungguh-sungguh lagi dalam melaksanakan segala tugas yang TUHAN berikan kepada kita karena kita adalah Utusan TUHAN, segala sesuatu yang kita kerjakan dengan sungguh-sungguh tidak akan sia-sia, karena upah dari TUHAN telah dipersiapkan bagi kita…..AMEN.
TUHAN YESUS memberkati Anda dan Keluarga…AMEN.
Senin, 30 Mei 2011
MENANTI JANJI TUHAN
"Aku mau berdiri di tempat pengintaianku dan berdiri tegak di menara, aku mau meninjau dan menantikan apa yang akan difirmankan-Nya kepadaku, dan apa yang akan dijawab-Nya atas pengaduanku. Lalu TUHAN menjawab aku, demikian: "Tuliskanlah penglihatan itu dan ukirkanlah itu pada loh-loh, supaya orang sambil lalu dapat membacanya. Sebab penglihatan itu masih menanti saatnya, tetapi ia bersegera menuju kesudahannya dengan tidak menipu; apabila berlambat-lambat, nantikanlah itu, sebab itu sungguh-sungguh akan datang dan tidak akan bertangguh.” Habakuk 2:1-3.
Seiring dengan berjalannya waktu , Kasih dan berkat TUHAN telah dinyatakan satu persatu didalam hidupku dan keluargaku . sampai sekarang kami tetap percaya dan memegang janji TUHAN seperti yang tertulis dalam Yohanes 14:12 yang berkata…. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu……” AMEN. Dan ayat ini aku catat dan selalu aku perkatakan, setelah beberapa bulan kami menemukan ayat Yohanes 15:7 yang berkata…” Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya….AMEN.
Dengan beberapa ayat Firman TUHAN yang kami dapatkan ini telah mendasari kami untuk tetap menantikan janji TUHAN. Memang menunggu atau menanti adalah sesuatu yang tidak menyenangkan melainkan menjemukan, tetapi saudaraku hal yang terpenting dalam menanti janji TUHAN adalah :
1. Tetap sabar dan tekun. ….Melalui kesabaran dan ketekunan, seseorang akan menerima apa yang telah dijanjikan-Nya, Segala sesuatu yang dijanjikan oleh TUHAN tidak ada kata terlambat walaupun tampaknya seperti terlambat, karena TUHAN memberkati tepat pada waktu-Nya. Pada saat Kaleb menerima janji TUHAN melalui Musa, ia berusia empat puluh tahun, sedangkan janji itu digenapi ketika Kaleb berusia delapan puluh lima tahun bukanlah waktu yang singkat tetapi waktu yang panjang. Meskipun demikian Kaleb tetap sabar dan tekun dalam menantikan janji TUHAN. Apabila kita melihat perkembangan jaman sekarang ini, maka kita temukan bahwa segala sesuatu serba instan tanpa melalui proses yang panjang. Demikian dengan kehidupan orang-orang yang mengaku dirinya anak-anak TUHAN. Mereka menginginkan segala sesuatu serba instan, khususnya dalam menerima janji TUHAN. TUHAN rindu dalam diri umat-Nya terdapat karakter yang sabar dan tekun dalam menantikan Janji-Nya.
2 Tidak undur ….Dalam kurun waktu yang cukup panjang Kaleb tidak pernah putus asa atau undur dari TUHAN, tetapi dia Semakin sungguh-sungguh dan sepenuh hati dalam melayani TUHAN. Hal ini dapat kita lihat dalam Yosua 14:8…” ..aku Tetap mengikuti TUHAN, ALLAHku, dengan sepenuh hati..” Namun saat ini kenyataannya, berapa banyak orang yang undur dari Hadapan TUHAN ketika permohonannya belum dijawab TUHAN, sehingga mereka mulai mengandalkan kekuatannya Sendiri demi tercapainya keinginannya. Padahal firman TUHAN berkata, “ Terkutuklah orang yang mengandalkan Manusia , yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!” Yeremia 17:5. Dalam Habakuk 2:4 , dikatakan , “ sesungguhnya, orang yang membusungkan dada, tidak lurus hatinya, tetapi orang yang Benar itu akan hidup oleh percayanya.”
Memang sepanjang kita menantikan janji TUHAN hidup kita diwarnai dengan berbagai pergumulan, tetapi perlu kita ingat bahwa semuanya itu terjadi atas seijin TUHAN, dengan tujuan supaya kerohanian kita semakin kuat atau dewasa. Dan Firman-Nya juga menasehatkan kita, “ Tetapi orang-Ku yang benar akan hidup oleh iman, dan apabila ia mengundurkan diri maka Aku tidak berkenan padanya.” Oleh sebab itu jangan sampai dalam pikiran kita terlintas untuk mengundurkan diri dari hadapan TUHAN. Melainkan biarlah kita tetap pegang janji TUHAN yang berkata,…” Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah Firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.” Yeremia29:11.
3 Tetap berjaga-jaga…Ketika seseorang menantikan sesuatu terlalu lama maka akan muncul kecenderungan adanya rasa Jenuh, sehingga orang tersebut mulai berusaha melupakan apa yang dia nantikan. Demikianlah bagi orang yang
menantikan janji TUHAN, apabila ia merasa terlalu lama tidak digenapi, maka orang tersebut mulai tidak menantikannya atau tidak berjaga-jaga atas kerohaniannya, Dan ketika seseorang mulai tidak berjaga-jaga, maka saat itulah iblis mulai menyerang anak TUHAN. Karena iblis sabar menunggu sampai anak TUHAN mulai lengah. Hal ini dapat kita lihat ketika iblis berusaha mencobai YESUS dan gagal, namun dalam Lukas 14:13 dikatakan, “ Sesudah iblis mengakhiri semua percobaan itu, ia mundur dari pada-Nya dan menunggu waktu yang baik.” Walaupun demikian YESUS tidak pernah jatuh dalam percobaan sebab Ia senantiasa berjaga-jaga supaya hidup-Nya berkenan dihadapan BAPA. Oleh sebab itu Firman TUHAN berkata : “ Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.” 1 Petrus 5:8……AMEN.
Saudaraku, apakah saudara tetap berjaga-jaga atas kerohanian saudara selama menantikan janji TUHAN ?
Saudaraku, lakukan yang terbaik untuk ambil bagian dalam melayani TUHAN YESUS, dengan hati penuh sukacita maka TUHAN pasti menyertai Anda sekeluarga…..AMEN.
TUHAN YESUS memberkati Anda dan Keluarga…..AMEN.
Seiring dengan berjalannya waktu , Kasih dan berkat TUHAN telah dinyatakan satu persatu didalam hidupku dan keluargaku . sampai sekarang kami tetap percaya dan memegang janji TUHAN seperti yang tertulis dalam Yohanes 14:12 yang berkata…. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu……” AMEN. Dan ayat ini aku catat dan selalu aku perkatakan, setelah beberapa bulan kami menemukan ayat Yohanes 15:7 yang berkata…” Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya….AMEN.
Dengan beberapa ayat Firman TUHAN yang kami dapatkan ini telah mendasari kami untuk tetap menantikan janji TUHAN. Memang menunggu atau menanti adalah sesuatu yang tidak menyenangkan melainkan menjemukan, tetapi saudaraku hal yang terpenting dalam menanti janji TUHAN adalah :
1. Tetap sabar dan tekun. ….Melalui kesabaran dan ketekunan, seseorang akan menerima apa yang telah dijanjikan-Nya, Segala sesuatu yang dijanjikan oleh TUHAN tidak ada kata terlambat walaupun tampaknya seperti terlambat, karena TUHAN memberkati tepat pada waktu-Nya. Pada saat Kaleb menerima janji TUHAN melalui Musa, ia berusia empat puluh tahun, sedangkan janji itu digenapi ketika Kaleb berusia delapan puluh lima tahun bukanlah waktu yang singkat tetapi waktu yang panjang. Meskipun demikian Kaleb tetap sabar dan tekun dalam menantikan janji TUHAN. Apabila kita melihat perkembangan jaman sekarang ini, maka kita temukan bahwa segala sesuatu serba instan tanpa melalui proses yang panjang. Demikian dengan kehidupan orang-orang yang mengaku dirinya anak-anak TUHAN. Mereka menginginkan segala sesuatu serba instan, khususnya dalam menerima janji TUHAN. TUHAN rindu dalam diri umat-Nya terdapat karakter yang sabar dan tekun dalam menantikan Janji-Nya.
2 Tidak undur ….Dalam kurun waktu yang cukup panjang Kaleb tidak pernah putus asa atau undur dari TUHAN, tetapi dia Semakin sungguh-sungguh dan sepenuh hati dalam melayani TUHAN. Hal ini dapat kita lihat dalam Yosua 14:8…” ..aku Tetap mengikuti TUHAN, ALLAHku, dengan sepenuh hati..” Namun saat ini kenyataannya, berapa banyak orang yang undur dari Hadapan TUHAN ketika permohonannya belum dijawab TUHAN, sehingga mereka mulai mengandalkan kekuatannya Sendiri demi tercapainya keinginannya. Padahal firman TUHAN berkata, “ Terkutuklah orang yang mengandalkan Manusia , yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!” Yeremia 17:5. Dalam Habakuk 2:4 , dikatakan , “ sesungguhnya, orang yang membusungkan dada, tidak lurus hatinya, tetapi orang yang Benar itu akan hidup oleh percayanya.”
Memang sepanjang kita menantikan janji TUHAN hidup kita diwarnai dengan berbagai pergumulan, tetapi perlu kita ingat bahwa semuanya itu terjadi atas seijin TUHAN, dengan tujuan supaya kerohanian kita semakin kuat atau dewasa. Dan Firman-Nya juga menasehatkan kita, “ Tetapi orang-Ku yang benar akan hidup oleh iman, dan apabila ia mengundurkan diri maka Aku tidak berkenan padanya.” Oleh sebab itu jangan sampai dalam pikiran kita terlintas untuk mengundurkan diri dari hadapan TUHAN. Melainkan biarlah kita tetap pegang janji TUHAN yang berkata,…” Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah Firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.” Yeremia29:11.
3 Tetap berjaga-jaga…Ketika seseorang menantikan sesuatu terlalu lama maka akan muncul kecenderungan adanya rasa Jenuh, sehingga orang tersebut mulai berusaha melupakan apa yang dia nantikan. Demikianlah bagi orang yang
menantikan janji TUHAN, apabila ia merasa terlalu lama tidak digenapi, maka orang tersebut mulai tidak menantikannya atau tidak berjaga-jaga atas kerohaniannya, Dan ketika seseorang mulai tidak berjaga-jaga, maka saat itulah iblis mulai menyerang anak TUHAN. Karena iblis sabar menunggu sampai anak TUHAN mulai lengah. Hal ini dapat kita lihat ketika iblis berusaha mencobai YESUS dan gagal, namun dalam Lukas 14:13 dikatakan, “ Sesudah iblis mengakhiri semua percobaan itu, ia mundur dari pada-Nya dan menunggu waktu yang baik.” Walaupun demikian YESUS tidak pernah jatuh dalam percobaan sebab Ia senantiasa berjaga-jaga supaya hidup-Nya berkenan dihadapan BAPA. Oleh sebab itu Firman TUHAN berkata : “ Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.” 1 Petrus 5:8……AMEN.
Saudaraku, apakah saudara tetap berjaga-jaga atas kerohanian saudara selama menantikan janji TUHAN ?
Saudaraku, lakukan yang terbaik untuk ambil bagian dalam melayani TUHAN YESUS, dengan hati penuh sukacita maka TUHAN pasti menyertai Anda sekeluarga…..AMEN.
TUHAN YESUS memberkati Anda dan Keluarga…..AMEN.
Rabu, 25 Mei 2011
“ Haruskah Aku “ MembangunkanNya?.”
Baca Kidung Agung 5:2-8 ; Wahyu 3:20; Mamur 3:6; Mazmur 127:1-2 ;Amsal 10:22
Setiap manusia yang masih tinggal di dunia ini tentunya tidak terlepas dari berbagai pergumulan; baik besar maupun kecil. Dan persoalan itu datang tidak memandang bulu, baik orang kaya, orang miskin, tua maupun muda, orang percaya maupun orang yang belum percaya, yang pasti persolan itu selalu ada. Walaupun kita sama-sama harus menghadapinya pergumulan dalam hidup, namun yang membedakan antara orang yang percaya dengan orang yang belum percaya yaitu ketika mereka menyelesaikan suatu persoalan. Kalau orang diluar TUHAN, mereka menyelesaikan dengan kekuatannya sendiri atau ada yang mengandalkan kuasa kegelapan., tetapi anak-anak TUHAN segala sesuatu selalu bersandar kepada TUHAN atau selalu mengandalkan kekuatan TUHAN. Seperti yang tertulis dalam mMazmur 37:5…” Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak; .” Oleh karena itu kita perlu menyadari bahwa tanpa TUHAN kita tidak dapat berbuat apa-apa. Dan kali ini kita akan belajar dari Bani Korah ketika berada dalam pergumulan, khususnya yang terdapat dalam Mazmur 44:24…” Terjagalah ! mengapa engkau tidur, ya TUHAN ? Bangunlah! Jangan membuang kami terus-menerus !”
Nyanyian dari Bani Korah ini seolah-olah menyatakan bahwa TUHAN itu bisa tertidur sehingga harus di bangunkan, namun sebenarnya bukan demikian sebab dalam Mazmur 121:4 telah dikatakan: “ Sesungguhnya tidak terlelap dan tidak tertidur “Penjaga Israel.” Jadi sesungguhnya pernyataan ini memberikan suatu isyarat bahwa kita harus senantiasa berseru ( berdoa ) kepada TUHAN. Dan makna yang lebih dalam lagi adalah kita harus membangun hubungan yang intim dengan TUHAN. Sedangkan untuk dapat melihat contoh yang lebih nyata lagi adalah kisah tentang angin rebut yang diredahkan. Seperti yang tertulis dalam Matius 8:32-37…..” Pada perikop ini telah diceritakan bahwa saat YESUS naik perahu bersama murid-murid-Nya sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut di danau itu., Sedangkan YESUS tertidur diburitan. Lalu murid-murid-Nya segera membangunkan-NYa. Walaupun pada cerita ini ada kata tidur, tetapi bukan berarti YESUS terlelap dalam tidur, karena walaupun fisik-Nya tidur tetepai hati-Nya tidak tidak pernah tertidur. Saat itu YESUS tidak langsung bangun untuk menghardik topan tersebut, tetapi Ia menantikan reaksi dari pada murid-murid-Nya. Hal ini menunjukan bahwa TUHAN sangat rindu murid-murid-Nya membangun suatu hubuangan atau komunkasi dengan Dia. Demikinlah kerinduan hati TUHAN terhadap kita yaitu kita harus selalu membangun hubungan dengan TUHAN, supaya doa menjadi suatu gaya hidup orang-orang yang percaya kepada KRISTUS. Dan selanjutnyan dari kedua penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa dalam kitab Mazmur dan injil Matius telah memberikan pengajaran yaitu ketika kita sedang diterpa badai masalah biarlah kita “ membangunkan “ Dia, Ketika kita dilanda topan persoalan biarlah kita menguatkan iman kita untuk tetap setia dan tetap bersandar kepada Dia.,Dan janganlah panic atau mengandalkan kekuatan kita sendiri, sebab apabila kita mengandalkan kekuatan diri kita sendiri maka kita akan terkutuk seperti yang disebutkan di Yeremia 17:5…” Beginilah firman TUHAN: "Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN! “ Dan perlu kita ketahui pula bahwa TUHAN tidak pernah membiarkan kita terus menerus asalkan kita berserah sepenuhnya kepada TUHAN, sebab dalam Mazmur 55:23 dikatakan….” Serahkanlah kuatirmu kepada TUHAN, maka Ia akan memelihara engkau! Tidak untuk selama-lamanya dibiarkan-Nya orang benar itu goyah ,”…..AMEN.
Saudaraku , selain kita yang “ membangunkan “ TUHAN, Diapun juga rindu untuk membangunkan kita. Dalam pengertian bahwa Dia sangat rindu bersekutu dengan kita…AMEN.
TUHAN YESUS memberkati Anda dan Keluarga….AMEN!.
Setiap manusia yang masih tinggal di dunia ini tentunya tidak terlepas dari berbagai pergumulan; baik besar maupun kecil. Dan persoalan itu datang tidak memandang bulu, baik orang kaya, orang miskin, tua maupun muda, orang percaya maupun orang yang belum percaya, yang pasti persolan itu selalu ada. Walaupun kita sama-sama harus menghadapinya pergumulan dalam hidup, namun yang membedakan antara orang yang percaya dengan orang yang belum percaya yaitu ketika mereka menyelesaikan suatu persoalan. Kalau orang diluar TUHAN, mereka menyelesaikan dengan kekuatannya sendiri atau ada yang mengandalkan kuasa kegelapan., tetapi anak-anak TUHAN segala sesuatu selalu bersandar kepada TUHAN atau selalu mengandalkan kekuatan TUHAN. Seperti yang tertulis dalam mMazmur 37:5…” Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak; .” Oleh karena itu kita perlu menyadari bahwa tanpa TUHAN kita tidak dapat berbuat apa-apa. Dan kali ini kita akan belajar dari Bani Korah ketika berada dalam pergumulan, khususnya yang terdapat dalam Mazmur 44:24…” Terjagalah ! mengapa engkau tidur, ya TUHAN ? Bangunlah! Jangan membuang kami terus-menerus !”
Nyanyian dari Bani Korah ini seolah-olah menyatakan bahwa TUHAN itu bisa tertidur sehingga harus di bangunkan, namun sebenarnya bukan demikian sebab dalam Mazmur 121:4 telah dikatakan: “ Sesungguhnya tidak terlelap dan tidak tertidur “Penjaga Israel.” Jadi sesungguhnya pernyataan ini memberikan suatu isyarat bahwa kita harus senantiasa berseru ( berdoa ) kepada TUHAN. Dan makna yang lebih dalam lagi adalah kita harus membangun hubungan yang intim dengan TUHAN. Sedangkan untuk dapat melihat contoh yang lebih nyata lagi adalah kisah tentang angin rebut yang diredahkan. Seperti yang tertulis dalam Matius 8:32-37…..” Pada perikop ini telah diceritakan bahwa saat YESUS naik perahu bersama murid-murid-Nya sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut di danau itu., Sedangkan YESUS tertidur diburitan. Lalu murid-murid-Nya segera membangunkan-NYa. Walaupun pada cerita ini ada kata tidur, tetapi bukan berarti YESUS terlelap dalam tidur, karena walaupun fisik-Nya tidur tetepai hati-Nya tidak tidak pernah tertidur. Saat itu YESUS tidak langsung bangun untuk menghardik topan tersebut, tetapi Ia menantikan reaksi dari pada murid-murid-Nya. Hal ini menunjukan bahwa TUHAN sangat rindu murid-murid-Nya membangun suatu hubuangan atau komunkasi dengan Dia. Demikinlah kerinduan hati TUHAN terhadap kita yaitu kita harus selalu membangun hubungan dengan TUHAN, supaya doa menjadi suatu gaya hidup orang-orang yang percaya kepada KRISTUS. Dan selanjutnyan dari kedua penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa dalam kitab Mazmur dan injil Matius telah memberikan pengajaran yaitu ketika kita sedang diterpa badai masalah biarlah kita “ membangunkan “ Dia, Ketika kita dilanda topan persoalan biarlah kita menguatkan iman kita untuk tetap setia dan tetap bersandar kepada Dia.,Dan janganlah panic atau mengandalkan kekuatan kita sendiri, sebab apabila kita mengandalkan kekuatan diri kita sendiri maka kita akan terkutuk seperti yang disebutkan di Yeremia 17:5…” Beginilah firman TUHAN: "Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN! “ Dan perlu kita ketahui pula bahwa TUHAN tidak pernah membiarkan kita terus menerus asalkan kita berserah sepenuhnya kepada TUHAN, sebab dalam Mazmur 55:23 dikatakan….” Serahkanlah kuatirmu kepada TUHAN, maka Ia akan memelihara engkau! Tidak untuk selama-lamanya dibiarkan-Nya orang benar itu goyah ,”…..AMEN.
Saudaraku , selain kita yang “ membangunkan “ TUHAN, Diapun juga rindu untuk membangunkan kita. Dalam pengertian bahwa Dia sangat rindu bersekutu dengan kita…AMEN.
TUHAN YESUS memberkati Anda dan Keluarga….AMEN!.
Rabu, 18 Mei 2011
HADAPI SEMUA MASALAHMU BERSAMA TUHAN YESUS
Masalah dapat tiba-tiba datang dalam kehidupan kita, tetapi sudah waktunya kita berdiri, menghadapi dan mengalahkannya. Kita dapat belajar dari Raja Yosafat yang ketika itu sedang mengatur bangsanya. Tiba-tiba dia mendengar 3 kekuatan bani Amon dan bani Moab dan sepasukan orang Meunim akan maju hendak menghancurkan Israel. Yosafat yang takut mendengar berita ini memutuskan untuk mencari Tuhan.
Bagaimana sikap kita pada waktu menghadapi masalah?
1. Jangan takut dan terkejut …. . Lalu Yahaziel bin Zakharia bin Benaya bin Matanya, seorang Lewi dari bani Asaf, dihinggapi Roh TUHAN di tengah-tengah jemaah,
dan berseru: "Camkanlah, hai seluruh Yehuda dan penduduk Yerusalem dan tuanku raja Yosafat, beginilah firman TUHAN kepadamu: Janganlah kamu takut dan terkejut karena laskar yang besar ini, sebab bukan kamu yang akan berperang melainkan Allah. (2 Tawarikh 20:14,15)
Artinya: Hadapi saja masalah itu karena TUHAN menyertai kita. TUHAN akan memberikan kemenangan, terobosan, mujizat, membuka jalan bagi kita. Ia akan memulihkan kita, hanya apabila kita mau menghadapi masalah kita. TUHAN begitu yakin dan percaya bahwa kita akan menang karena TUHAN Telah melakukan bagian-Nya untuk membuat kita menang, dengan mati di kayu Salib! YESUS mengatakan ”SUDAH SELESAI”. Kalimat ini tertulis dalam Yohanes 19:30, dikonfirmasi lagi di kitab Wahyu 16:17.
Masalah memang harus kita hadapi. Ini bagian yang harus kita lakukan. Masalahnya adalah “Apakah engkau percaya?” ..baca.(Markus 9:14-24). Karena bagi orang yang percaya, segala sesuatu adalah mungkin! Kita harus percaya bahwa kita bisa keluar dari masalah itu dan keadaan bisa berubah.. Ada mujizat yang bisa terjadi dalam hidup kita. Satu hal yang harus kita sadari adalah bahwa masalah tidak sama dengan TUHAN! Artinya TUHAN lebih besar dari masalah kita!
2. Ada kuasa dalam kesepakatan (Matius 18:19) 18:19 Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga.
Kita harus sepakat dan berada di pihak TUHAN. Kita harus sepakat dengan TUHAN dalam pikiran, perkataan dan tindakan kita. Apapun keadaan yang sedang kita hadapi, ingat dan sepakat dengan janji firman TUHAN. kita harus hidup dengan kesadaran bahwa kita adalah PEMENANG yang penuh dengan berkat dan kemurahan TUHAN! Jangan pikirkan masalahnya tetapi fokus kepada apa yang Tuhan akan lakukan bagi kita (Ibrani 12:2).. Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.
Percaya bahwa segala sesuatu ada dalam kendali Tuhan. Apabila kita tunduk kepada Tuhan, maka masalah tidak ada pilihan lain selain pergi dari hidup kita (Yakobus 4:7)… :Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu! …AMEN.
Tuhan tidak pernah merancang kita untuk lari dari masalah kita. Tuhan telah memberikan senjata peperangan dimana semua itu untuk melindungi kita! (Efesus 6:14-17)…. 6:14 Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan, 6:15 kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera; 6:16 dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat,
6:17 dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah,
saudaraku , jangan undur dari kuasa TUHAN YESUS Ibrani 10:38-39
Tetapi orang-Ku yang benar akan hidup oleh iman, dan apabila ia mengundurkan diri, maka Aku tidak berkenan kepadanya." Tetapi kita bukanlah orang-orang yang mengundurkan diri dan binasa, tetapi orang-orang yang percaya dan yang beroleh hidup…..AMEN.
TUHAN YESUS memberkati Anda Sekeluarga….AMEN.
Bagaimana sikap kita pada waktu menghadapi masalah?
1. Jangan takut dan terkejut …. . Lalu Yahaziel bin Zakharia bin Benaya bin Matanya, seorang Lewi dari bani Asaf, dihinggapi Roh TUHAN di tengah-tengah jemaah,
dan berseru: "Camkanlah, hai seluruh Yehuda dan penduduk Yerusalem dan tuanku raja Yosafat, beginilah firman TUHAN kepadamu: Janganlah kamu takut dan terkejut karena laskar yang besar ini, sebab bukan kamu yang akan berperang melainkan Allah. (2 Tawarikh 20:14,15)
Artinya: Hadapi saja masalah itu karena TUHAN menyertai kita. TUHAN akan memberikan kemenangan, terobosan, mujizat, membuka jalan bagi kita. Ia akan memulihkan kita, hanya apabila kita mau menghadapi masalah kita. TUHAN begitu yakin dan percaya bahwa kita akan menang karena TUHAN Telah melakukan bagian-Nya untuk membuat kita menang, dengan mati di kayu Salib! YESUS mengatakan ”SUDAH SELESAI”. Kalimat ini tertulis dalam Yohanes 19:30, dikonfirmasi lagi di kitab Wahyu 16:17.
Masalah memang harus kita hadapi. Ini bagian yang harus kita lakukan. Masalahnya adalah “Apakah engkau percaya?” ..baca.(Markus 9:14-24). Karena bagi orang yang percaya, segala sesuatu adalah mungkin! Kita harus percaya bahwa kita bisa keluar dari masalah itu dan keadaan bisa berubah.. Ada mujizat yang bisa terjadi dalam hidup kita. Satu hal yang harus kita sadari adalah bahwa masalah tidak sama dengan TUHAN! Artinya TUHAN lebih besar dari masalah kita!
2. Ada kuasa dalam kesepakatan (Matius 18:19) 18:19 Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga.
Kita harus sepakat dan berada di pihak TUHAN. Kita harus sepakat dengan TUHAN dalam pikiran, perkataan dan tindakan kita. Apapun keadaan yang sedang kita hadapi, ingat dan sepakat dengan janji firman TUHAN. kita harus hidup dengan kesadaran bahwa kita adalah PEMENANG yang penuh dengan berkat dan kemurahan TUHAN! Jangan pikirkan masalahnya tetapi fokus kepada apa yang Tuhan akan lakukan bagi kita (Ibrani 12:2).. Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.
Percaya bahwa segala sesuatu ada dalam kendali Tuhan. Apabila kita tunduk kepada Tuhan, maka masalah tidak ada pilihan lain selain pergi dari hidup kita (Yakobus 4:7)… :Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu! …AMEN.
Tuhan tidak pernah merancang kita untuk lari dari masalah kita. Tuhan telah memberikan senjata peperangan dimana semua itu untuk melindungi kita! (Efesus 6:14-17)…. 6:14 Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan, 6:15 kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera; 6:16 dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat,
6:17 dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah,
saudaraku , jangan undur dari kuasa TUHAN YESUS Ibrani 10:38-39
Tetapi orang-Ku yang benar akan hidup oleh iman, dan apabila ia mengundurkan diri, maka Aku tidak berkenan kepadanya." Tetapi kita bukanlah orang-orang yang mengundurkan diri dan binasa, tetapi orang-orang yang percaya dan yang beroleh hidup…..AMEN.
TUHAN YESUS memberkati Anda Sekeluarga….AMEN.
Minggu, 15 Mei 2011
TUHAN YESUS melindungi kita
“ Walau seribu orang rebah disisimu, dan sepuluh ribu di sebelah kananmu, tetapi itu tidak akan menimpamu. Malapetaka tidak akan menimpa kamu, dan tulah tidak akan mendekat kepada kemahmu “ ( Mazmur 91: 7, 10). Baca Mazmur 91:1-16.
Berbicara secara wajar, inilah dunia mengerikan tempat kita tinggal kini. Sebuah dunia yang sempoyongan karena pengaruh dari satu bencana ke bencana lain. Hampir setiap hari kita mendengar tentang peperangan, bahaya senjata nuklir dan perang senjata kimia, tumpahan minyak, dan gempa serta banjir, penyakit yang mewabah dan kejahatan yang melanda kota-kota kita.
Tetapi ditengah itu semua, Tuhan sedang berjanji menjadi tempat perlindungan dan kubu pertahanan kepada orang – orang yang mau percaya dan tinggal didalam DIA.
Anda mungkin berkata, “ DIA membuat janji ribuan tahun yang lalu ketika keadaannya tidak separah sekarang!”. Itu mungkin demikian, tetapi tahukan anda? Janji itu justru berlaku sekarang, itu dibuat untuk generasi kita. Renungkanlah, ketika Mazmur 91 ditulis, manusia belum menemukan senjata yang dapat membinasakan sepuluh ribu orang sekaligus. Kitalah generasi yang dapat melakukan hal itu. Jadi, bila Dia berkata “ Malapetaka tidak akan menimpamu,” Dia mencantumkan kita juga.
Malapetakan tidak akan menimpamu, Alangkah indahnya pernyataan itu!.Anda perlu memahaminya dan mempercayainya hari ini. Percayalah bahwa Tuhan mau menjadi Tuhan dalam hidup Anda. Dia mau menjadi perlindungan bagi Anda, Dia mau menjadi sahabat yang sejati bagi Anda. Dia mau menjadi Nama Pertama yang Anda panggil bila kesukaran menimpa Anda. Dia mau menjadi Pribadi yang Anda percayai dan harapkan untuk mengamankan Anda, Dia mau menjadi Andalan dalam setiap pergumulan hidup Anda. Betapa pun gawatnya bahaya itu, Dia dapat menanganinya! Dia telah membuktikan itu pada Sadrakh, Mesakh dan Abednego.Mereka diikat dan dilemparkan di tanur yang membara sedemikian panasnya sehingga orang – orang yang melemparkan ketiga pemuda itu ikut binasa oleh panasnya. Tetapi Tuhan menyelamatkan mereka dan ketika mereka keluar dari perapian itu, tiada bau sangit atau hangus tercium pada mereka.
Jadi betapapun dahsyatnya keadaan sekitar anda, Percayalah kepada TUHAN, Dia selalu setia. Dia takkan pernah melakukan hal lain ketika anda membutuhkan bantuan. Dia akan hadir tepat di tempat anda untuk membebaskan anda dari masalah, malapetaka, atau kehancuran apapun.
Izinkanlah TUHAN menuntun Anda masuk dalam rencana-Nya, dan membuktikan dalam hidup anda, kebenaran yang telah dibuktikanNYA dalam hidup Sadrakh, Mesakh, dan Abednego : Tiada pribadi yang dapat membebaskan, melindungi, memberkati dan menyelamatkan Anda seperti TUHAN YESUS KRISTUS…. Amin.
TUHAN YESUS memberkati anda dan Keluarga….AMEN.
Berbicara secara wajar, inilah dunia mengerikan tempat kita tinggal kini. Sebuah dunia yang sempoyongan karena pengaruh dari satu bencana ke bencana lain. Hampir setiap hari kita mendengar tentang peperangan, bahaya senjata nuklir dan perang senjata kimia, tumpahan minyak, dan gempa serta banjir, penyakit yang mewabah dan kejahatan yang melanda kota-kota kita.
Tetapi ditengah itu semua, Tuhan sedang berjanji menjadi tempat perlindungan dan kubu pertahanan kepada orang – orang yang mau percaya dan tinggal didalam DIA.
Anda mungkin berkata, “ DIA membuat janji ribuan tahun yang lalu ketika keadaannya tidak separah sekarang!”. Itu mungkin demikian, tetapi tahukan anda? Janji itu justru berlaku sekarang, itu dibuat untuk generasi kita. Renungkanlah, ketika Mazmur 91 ditulis, manusia belum menemukan senjata yang dapat membinasakan sepuluh ribu orang sekaligus. Kitalah generasi yang dapat melakukan hal itu. Jadi, bila Dia berkata “ Malapetaka tidak akan menimpamu,” Dia mencantumkan kita juga.
Malapetakan tidak akan menimpamu, Alangkah indahnya pernyataan itu!.Anda perlu memahaminya dan mempercayainya hari ini. Percayalah bahwa Tuhan mau menjadi Tuhan dalam hidup Anda. Dia mau menjadi perlindungan bagi Anda, Dia mau menjadi sahabat yang sejati bagi Anda. Dia mau menjadi Nama Pertama yang Anda panggil bila kesukaran menimpa Anda. Dia mau menjadi Pribadi yang Anda percayai dan harapkan untuk mengamankan Anda, Dia mau menjadi Andalan dalam setiap pergumulan hidup Anda. Betapa pun gawatnya bahaya itu, Dia dapat menanganinya! Dia telah membuktikan itu pada Sadrakh, Mesakh dan Abednego.Mereka diikat dan dilemparkan di tanur yang membara sedemikian panasnya sehingga orang – orang yang melemparkan ketiga pemuda itu ikut binasa oleh panasnya. Tetapi Tuhan menyelamatkan mereka dan ketika mereka keluar dari perapian itu, tiada bau sangit atau hangus tercium pada mereka.
Jadi betapapun dahsyatnya keadaan sekitar anda, Percayalah kepada TUHAN, Dia selalu setia. Dia takkan pernah melakukan hal lain ketika anda membutuhkan bantuan. Dia akan hadir tepat di tempat anda untuk membebaskan anda dari masalah, malapetaka, atau kehancuran apapun.
Izinkanlah TUHAN menuntun Anda masuk dalam rencana-Nya, dan membuktikan dalam hidup anda, kebenaran yang telah dibuktikanNYA dalam hidup Sadrakh, Mesakh, dan Abednego : Tiada pribadi yang dapat membebaskan, melindungi, memberkati dan menyelamatkan Anda seperti TUHAN YESUS KRISTUS…. Amin.
TUHAN YESUS memberkati anda dan Keluarga….AMEN.
Langganan:
Postingan (Atom)