Tampilkan postingan dengan label tuhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tuhan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 16 November 2011

SEPULUH FIRMAN ALLAH

FIRMAN PERTAMA Akulah Tuhan Allahmu seru Tuhan kita. Jangan ada padamu allah lain dihadapan-Ku. FIRMAN KEDUA Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada dilangit atas,atau yang ada dibumi dibawah,atau yang ada dalam air dibawah bumi untuk disembah dan beribadah kepadanya. FIRMAN KETIGA Jangan menyebut nama Tuhan Allahmu dengan sembarangan.Sebab Tuhan akan memandang bersalah orang yang menyebut Nama-Nya dengan sembarangan. FIRMAN KEEMPAT Ingat dan Kuduskanlah hari Sabat,enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala perkerjaanmu tetapi hari yang ketujuh adalah hari Sabat Tuhan Allahmu,maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan,engkau atau anakmu laki-laki atau hambamu perempuan atau hewanmu,atau orang asing yang ada ditempat kediamanmu.Sebab enam hari lamanya Tuhan menjadikan langit dan bumi dan segala isinya,dan Ia berhenti pada hari ketujuh.Itulah sebabnya Tuhan memberkati hari Sabat dan Menguduskannya. FIRMAN KELIMA Hormatilah Ayah dan Ibumu,supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan Tuhan Allah kepadamu. FIRMAN KEENAM Jangan membunuh. FIRMAN KETUJUH Jangan berzinah. FIRMAN KEDELAPAN Jangan mencuri. FIRMAN KESEMBILAN Jangan mengucap saksi dusta tentang sesamamu. FIRMAN KESEPULUH Jangan mengingini rumah sesamamu,jangan mengingini isteri sesamamu atau hambanya laki-laki,atau hambanya perempuan,atau lembunya atau keledainya,atau apapun yang di punyai sesamamu. apa yg dikatakan Allah tentang kesepuluh Firman_Nya itu ? Ia berkata,"Aku, Tuhan, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku, tetapi Aku menunjukkan Kasih Setia kepada berribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada perintah-perintah-Ku." (Kel 20 : 5 - 6) Amen...

Senin, 06 Juni 2011

MENJADI UTUSAN TUHAN

“ MENJADI UTUSAN TUHAN.”
“ Jawab malaikat itu kepadanya: “ Akulah Gabriel yang melayani ALLAH dan aku telah diutus untuk berbicara dengan engkau dan untuk menyampaikan kabar baik ini kepadamu.” Lukas 1:19
Baca Matius 25:15
Setiap orang yang telah lahir baru, memiliki predikat sebagai seorang “ messenger “ utusan. Hal ini tidak jauh berbeda dengan tugas dari pada malaikat Gabriel. Adapun yugas dari malaikat Gabriel adalah membawa kabar baik. Dan setiap kabar yang disampaikan berdasarkan atas nama TUHAN. Demikian setiap amanat yang kita terima merupakan tugas yang mulia. Untuk dapat memenuhi panggilan sebagai utusan TUHAN, ada beberapa hal yang harus kita perhatikan :
1. Hidup kudus dan benar……mengenai syarat yang pertama ini memang tidak mudah untuk dilakukan , tetapi itulah yang harus kita penuhi, sebab Firman TUHAN berkata : “ sebab ada tertulis : Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.” 1 Petrus 1:16. Selain itu dalam ayat lain juga dikatakan”…….sebab tanpa kekudusan tidak seoarangpun akan melihat TUHAN.” Ibrani 12:14b. Saudara, setiap perintah atau tugas yang kita terima tentunya dapat kita lakukan karena didalam diri kita ada kuasa yang tidak terbatas yaitu kuasa Roh Kudus. Jadi untuk dapat hidup kudus dan benar itu pasti dapat kita lakukan, asalkan kita mau taat dan bergantung sepenuhnya kepada TUHAN. Walaupun ada seribu alasan bahwa hidup Kudus dan benar itu sulit, tetapi itulah yang harus kita kejar dan dapatkan. TUHAN YESUS telah meberikan teladan kepada kita dalam mengemban segala tugas-Nya yang diberikan oleh BAPA. Dengan ketaatan dan hubungan-Nya yang begitu erat itulah yang membuat Dia tetap hidup dalam kekudusan dan kebenaran.
2. Mengembangkan Talenta……Setiap orang , terutama anak TUHAN pasti dibekali dengan sebuah talenta walaupun masing-masing talenta yang diberikan TUHAN berbeda-berbeda, tetapi yang pasti semuanya itu diberikan pada kita sebagai salah satu perlengkapan dalam menjalankan tugas yang TUHAN berikan kepada kita. Ada orang yang diberikan satu talenta, dua talenta atau lima talenta; semuanya itu diberikan berdasarkan kesanggupan masing-masing. (Matius 25:15). Dan talenta yang kita terima harus kita kembangkan, tetapi bukanlah brarti kita kembangkan untuk diri kita sendiri tetapi juga untuk orang lain. Inilah salah satu hal yang harus kita lakukan karena didalamnya terkandung suatu tugas untuk dapat diberitakan Injil / kabar baik, yaitu kabar keselamatan. Tetapi apabila kita tidak mengembangkan talenta yang telah kita terima, maka ada konsekwensi yang harus kita tanggung, seperti tertulis dalam Matius 25:26…” Maka jawab tuannya itu: Hai kamu hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat dimana aku tidak menabur dan memungut dari tempat dimana aku tidak menanam ? Karena itu sudahlah seharusnya uangku itu kauberikan kepada orang yang menjalankan uang, supaya sekembaliku aku menerimanya serta dengan bunganya. Sebab itu ambilkanlah talenta itu dari padanya dan berikan kepada orang yang mempunyai sepuluh talenta itu. Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya. Dan campakanlah hamba yang tidak berguna itu kedalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.
3. Bertanggung jawab…..Segala tugas yang dipercayakan kepada kita biarlah kita lakukan dengan sungguh-sungguh disertai rasa penuh tanggung jawab. Namun berapa banyak orang yang pada mulanya melayani TUHAN begitu menggebu-gebu, tetapi pada saat diperhadapkan dengan suatu ujian atau tantanngan, maka oaring tersebut mulai berjalan mundur secara teratur; dalam pengertian orang tersebut mulai perlahan-lahan meninggalkan sebagai tanggung jawabnya sebagai utusan TUHAN. Kita lihat kisah dari YUNUS; ia telah mendapat predikat sebagai seorang nabi atau penyambung lidah ALLAH, tetapi pada saat ia diperintahkan TUHAN pergi ke Niniwe untuk menyampaikan pesan TUHAN ternyata ia justru lari dari tanggung jawabnya dan ia pergi Tarsis, sehingga ia harus mengalami persoalan yang begitu berat. Namun bagaimanapun juga TUHAN masih tetap saying kepada YUNUS, sehingga TUHAN memberi kesempatan kepada Yunus untuk bertobat. Ahkirnya ia pergi ke Niniwe dan seluruh kota Niniwe diselamatkan TUHAN. Padahal kota tersebut hendak ditunggang balikan oleh TUHAN karena segala kejahatannya. Tetapi oleh karena utusan yang kembali untuk melakukan segala tanggung jawabnya maka pemulihan itu terjadi.Oleh karena itu , melalui kisah Yunus ini biarlah boleh mengingatkan kepada kita bahwa kita semua yang percaya kepada KRISTUS adalah utusan ALLAH yang punya tanggung jawab terhadap keselamatan jiwa-jiwa. Yehezkhiel 33:7-9….” Dan engkau anak manusia, Aku menetapkan engkau menjadi penjaga bagi kaum Israel. Bilamana engkau mendengar sesuatu firman dari pada-Ku, peringatkanlah mereka demi nama-Ku. Kalau Aku berfirman kepada orang jahat: Hai orang jahat, engkau pasti mati! --dan engkau tidak berkata apa-apa untuk memperingatkan orang jahat itu supaya bertobat dari hidupnya, orang jahat itu akan mati dalam kesalahannya, tetapi Aku akan menuntut pertanggungan jawab atas nyawanya dari padamu. Tetapi jikalau engkau memperingatkan orang jahat itu supaya ia bertobat dari hidupnya, tetapi ia tidak mau bertobat, ia akan mati dalam kesalahannya, tetapi engkau telah menyelamatkan nyawamu.
4 Mempergunakan Kesempatan Yang Ada……Setiap orang mendapatkan kesempatan untuk melakukan segala tugas yang telah diterima, tetapi tidak semua orang dapat mempergunakan kesempatan yang ada. Justru kesempatan itu dibuang secara percuma tanpa menghiraukan apa yang akan menjadi tanggung jawabnya semula. Memang kesempatan yang kita terima waktunya berbeda-beda ada yang pendek maupun ada yang panjang. Namun hal itu tidak menghambat kita untukmelakukan tugas-tugas sebagai seorang utusan TUHAN; sebab Firman TUHAN berkata : …” Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, selama masih siang; akan datang malam, di mana tidak ada seorangpun yang dapat bekerja.” Yohanes 9:4. Dan dalam ayat lain juga menasehatkan : …”. Hiduplah dengan penuh hikmat terhadap orang-orang luar, pergunakanlah waktu yang ada.” Kolose 4:5.

Dari keempat hal diatas biarlah boleh peringatan bagi kita untuk semakin sungguh-sungguh lagi dalam melaksanakan segala tugas yang TUHAN berikan kepada kita karena kita adalah Utusan TUHAN, segala sesuatu yang kita kerjakan dengan sungguh-sungguh tidak akan sia-sia, karena upah dari TUHAN telah dipersiapkan bagi kita…..AMEN.

TUHAN YESUS memberkati Anda dan Keluarga…AMEN.

Senin, 30 Mei 2011

MENANTI JANJI TUHAN

"Aku mau berdiri di tempat pengintaianku dan berdiri tegak di menara, aku mau meninjau dan menantikan apa yang akan difirmankan-Nya kepadaku, dan apa yang akan dijawab-Nya atas pengaduanku. Lalu TUHAN menjawab aku, demikian: "Tuliskanlah penglihatan itu dan ukirkanlah itu pada loh-loh, supaya orang sambil lalu dapat membacanya. Sebab penglihatan itu masih menanti saatnya, tetapi ia bersegera menuju kesudahannya dengan tidak menipu; apabila berlambat-lambat, nantikanlah itu, sebab itu sungguh-sungguh akan datang dan tidak akan bertangguh.” Habakuk 2:1-3.



Seiring dengan berjalannya waktu , Kasih dan berkat TUHAN telah dinyatakan satu persatu didalam hidupku dan keluargaku . sampai sekarang kami tetap percaya dan memegang janji TUHAN seperti yang tertulis dalam Yohanes 14:12 yang berkata…. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu……” AMEN. Dan ayat ini aku catat dan selalu aku perkatakan, setelah beberapa bulan kami menemukan ayat Yohanes 15:7 yang berkata…” Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya….AMEN.

Dengan beberapa ayat Firman TUHAN yang kami dapatkan ini telah mendasari kami untuk tetap menantikan janji TUHAN. Memang menunggu atau menanti adalah sesuatu yang tidak menyenangkan melainkan menjemukan, tetapi saudaraku hal yang terpenting dalam menanti janji TUHAN adalah :



1. Tetap sabar dan tekun. ….Melalui kesabaran dan ketekunan, seseorang akan menerima apa yang telah dijanjikan-Nya, Segala sesuatu yang dijanjikan oleh TUHAN tidak ada kata terlambat walaupun tampaknya seperti terlambat, karena TUHAN memberkati tepat pada waktu-Nya. Pada saat Kaleb menerima janji TUHAN melalui Musa, ia berusia empat puluh tahun, sedangkan janji itu digenapi ketika Kaleb berusia delapan puluh lima tahun bukanlah waktu yang singkat tetapi waktu yang panjang. Meskipun demikian Kaleb tetap sabar dan tekun dalam menantikan janji TUHAN. Apabila kita melihat perkembangan jaman sekarang ini, maka kita temukan bahwa segala sesuatu serba instan tanpa melalui proses yang panjang. Demikian dengan kehidupan orang-orang yang mengaku dirinya anak-anak TUHAN. Mereka menginginkan segala sesuatu serba instan, khususnya dalam menerima janji TUHAN. TUHAN rindu dalam diri umat-Nya terdapat karakter yang sabar dan tekun dalam menantikan Janji-Nya.



2 Tidak undur ….Dalam kurun waktu yang cukup panjang Kaleb tidak pernah putus asa atau undur dari TUHAN, tetapi dia Semakin sungguh-sungguh dan sepenuh hati dalam melayani TUHAN. Hal ini dapat kita lihat dalam Yosua 14:8…” ..aku Tetap mengikuti TUHAN, ALLAHku, dengan sepenuh hati..” Namun saat ini kenyataannya, berapa banyak orang yang undur dari Hadapan TUHAN ketika permohonannya belum dijawab TUHAN, sehingga mereka mulai mengandalkan kekuatannya Sendiri demi tercapainya keinginannya. Padahal firman TUHAN berkata, “ Terkutuklah orang yang mengandalkan Manusia , yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!” Yeremia 17:5. Dalam Habakuk 2:4 , dikatakan , “ sesungguhnya, orang yang membusungkan dada, tidak lurus hatinya, tetapi orang yang Benar itu akan hidup oleh percayanya.”

Memang sepanjang kita menantikan janji TUHAN hidup kita diwarnai dengan berbagai pergumulan, tetapi perlu kita ingat bahwa semuanya itu terjadi atas seijin TUHAN, dengan tujuan supaya kerohanian kita semakin kuat atau dewasa. Dan Firman-Nya juga menasehatkan kita, “ Tetapi orang-Ku yang benar akan hidup oleh iman, dan apabila ia mengundurkan diri maka Aku tidak berkenan padanya.” Oleh sebab itu jangan sampai dalam pikiran kita terlintas untuk mengundurkan diri dari hadapan TUHAN. Melainkan biarlah kita tetap pegang janji TUHAN yang berkata,…” Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah Firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.” Yeremia29:11.



3 Tetap berjaga-jaga…Ketika seseorang menantikan sesuatu terlalu lama maka akan muncul kecenderungan adanya rasa Jenuh, sehingga orang tersebut mulai berusaha melupakan apa yang dia nantikan. Demikianlah bagi orang yang
menantikan janji TUHAN, apabila ia merasa terlalu lama tidak digenapi, maka orang tersebut mulai tidak menantikannya atau tidak berjaga-jaga atas kerohaniannya, Dan ketika seseorang mulai tidak berjaga-jaga, maka saat itulah iblis mulai menyerang anak TUHAN. Karena iblis sabar menunggu sampai anak TUHAN mulai lengah. Hal ini dapat kita lihat ketika iblis berusaha mencobai YESUS dan gagal, namun dalam Lukas 14:13 dikatakan, “ Sesudah iblis mengakhiri semua percobaan itu, ia mundur dari pada-Nya dan menunggu waktu yang baik.” Walaupun demikian YESUS tidak pernah jatuh dalam percobaan sebab Ia senantiasa berjaga-jaga supaya hidup-Nya berkenan dihadapan BAPA. Oleh sebab itu Firman TUHAN berkata : “ Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.” 1 Petrus 5:8……AMEN.



Saudaraku, apakah saudara tetap berjaga-jaga atas kerohanian saudara selama menantikan janji TUHAN ?

Saudaraku, lakukan yang terbaik untuk ambil bagian dalam melayani TUHAN YESUS, dengan hati penuh sukacita maka TUHAN pasti menyertai Anda sekeluarga…..AMEN.



TUHAN YESUS memberkati Anda dan Keluarga…..AMEN.

Minggu, 15 Mei 2011

TUHAN YESUS melindungi kita

“ Walau seribu orang rebah disisimu, dan sepuluh ribu di sebelah kananmu, tetapi itu tidak akan menimpamu. Malapetaka tidak akan menimpa kamu, dan tulah tidak akan mendekat kepada kemahmu “ ( Mazmur 91: 7, 10). Baca Mazmur 91:1-16.

Berbicara secara wajar, inilah dunia mengerikan tempat kita tinggal kini. Sebuah dunia yang sempoyongan karena pengaruh dari satu bencana ke bencana lain. Hampir setiap hari kita mendengar tentang peperangan, bahaya senjata nuklir dan perang senjata kimia, tumpahan minyak, dan gempa serta banjir, penyakit yang mewabah dan kejahatan yang melanda kota-kota kita.

Tetapi ditengah itu semua, Tuhan sedang berjanji menjadi tempat perlindungan dan kubu pertahanan kepada orang – orang yang mau percaya dan tinggal didalam DIA.

Anda mungkin berkata, “ DIA membuat janji ribuan tahun yang lalu ketika keadaannya tidak separah sekarang!”. Itu mungkin demikian, tetapi tahukan anda? Janji itu justru berlaku sekarang, itu dibuat untuk generasi kita. Renungkanlah, ketika Mazmur 91 ditulis, manusia belum menemukan senjata yang dapat membinasakan sepuluh ribu orang sekaligus. Kitalah generasi yang dapat melakukan hal itu. Jadi, bila Dia berkata “ Malapetaka tidak akan menimpamu,” Dia mencantumkan kita juga.

Malapetakan tidak akan menimpamu, Alangkah indahnya pernyataan itu!.Anda perlu memahaminya dan mempercayainya hari ini. Percayalah bahwa Tuhan mau menjadi Tuhan dalam hidup Anda. Dia mau menjadi perlindungan bagi Anda, Dia mau menjadi sahabat yang sejati bagi Anda. Dia mau menjadi Nama Pertama yang Anda panggil bila kesukaran menimpa Anda. Dia mau menjadi Pribadi yang Anda percayai dan harapkan untuk mengamankan Anda, Dia mau menjadi Andalan dalam setiap pergumulan hidup Anda. Betapa pun gawatnya bahaya itu, Dia dapat menanganinya! Dia telah membuktikan itu pada Sadrakh, Mesakh dan Abednego.Mereka diikat dan dilemparkan di tanur yang membara sedemikian panasnya sehingga orang – orang yang melemparkan ketiga pemuda itu ikut binasa oleh panasnya. Tetapi Tuhan menyelamatkan mereka dan ketika mereka keluar dari perapian itu, tiada bau sangit atau hangus tercium pada mereka.

Jadi betapapun dahsyatnya keadaan sekitar anda, Percayalah kepada TUHAN, Dia selalu setia. Dia takkan pernah melakukan hal lain ketika anda membutuhkan bantuan. Dia akan hadir tepat di tempat anda untuk membebaskan anda dari masalah, malapetaka, atau kehancuran apapun.

Izinkanlah TUHAN menuntun Anda masuk dalam rencana-Nya, dan membuktikan dalam hidup anda, kebenaran yang telah dibuktikanNYA dalam hidup Sadrakh, Mesakh, dan Abednego : Tiada pribadi yang dapat membebaskan, melindungi, memberkati dan menyelamatkan Anda seperti TUHAN YESUS KRISTUS…. Amin.

TUHAN YESUS memberkati anda dan Keluarga….AMEN.

Selasa, 15 Maret 2011

TEGURAN TUHAN

Setiap orang tentunya pernah mendapat suatu teguran ; baik teguran dari orang tua, teman, guru atau siapa saja, termasuk teguran dari TUHAN. Yang pasti bahwa setiap orang pernah mengalaminya, karena manusia tidak lepas dari kelemahan atau kesalahan maupun kesalahan. Tetapi yang menjadi sedikit persoalan adalah tidak semua orang mau di tegur, karena ia selalu merasa dirinya benar. Dan orang yang mau di tegur itu harus rendah hati, sebab apabila tidak bersikap rendah hati maka akan terjadi persoalan baru. Firman TUHAN menasehatkan: " Lebih baik teguran yang nyata-nyata dari pada kasih yang tersembunyi." ( Amsal 27:5 )

Dan kali ini kita akan membahas mengenai teguran dari TUHAN yang terambil dari kisah anak yang terhilang.

Amsal 10 :17 berkata : " Siapa mengindahkan didikan, menuju jalan kehidupan. tetapi siapa mengabaikan teguran, tersesat." Ungkapan inilah yang tepat bagi orang yang berusaha lari dari teguran, dan menganggap bahwa dirinya benar ( walaupun melakukan kesalahan ). Dan kisah anak yang terhilang ini memaparkan bahwa pada awalnya dia dalam kondisi ekonomi yang baik, tetapi dia mulai menjauh dari bapaknya, padahal bapaknya ingin senantiasa berkomunikasi dengan anaknya. Sebab jikalau ia melakukan kesalahan, maka bapaknya pasti memberikan teguran atau peringatan kepadanya supaya pada akhirnya anak tersebut tidak tersesat. Tetapi kenyataannya anak ini telah jauh dari bapaknya, sehingga ia tidak terjangkau oleh teguran bapaknya. Dan pada akhirnya keadaan yang telah memperingatkan dia ketika dia dalam kondisi kemiskinan ( untuk makan saja tidak ada ). Keadaan seperti ini sering dialami oleh anak-anak TUHAN. Untuk itu muncul peringatan: " untuk apa kita harus mengalami penderitaan terlebih dahulu supaya mengindahkan teguran TUHAN." TUHAN menegur kita dengan halus. Saudaraku apabila kita mendapat teguran, maka segeralah kita bertobat. Karena kita tahu bahwa rancangan TUHAN bukan rancangan kita, dan jalan kita bukan jalan TUHAN, demikianlah firman TUHAN ( Yesaya 55:8 Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN ).

Bahkan TUHAN telah berkata bahwa pada mulanya TUHAN merancangkan masa masa depan yang indah dalam kehidupan kita. Kenyataannya manusia cenderung untuk melakukan kehendaknya sendiri yaitu menurut keinginan dagingnya. Namun Firman ALLAH tidak pernah kembali dengan sia-sia , sebab : " Sebab seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali ke situ, melainkan mengairi bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberikan benih kepada penabur dan roti kepada orang yang mau makan, demikian firman Ku yang ke luar dari mulut Ku: ia tidak akan kembali kepada Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Ku kehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya." ( Yesaya 55:10,11 ).

Tetapi jika manusia tetap tidak menghiraukan teguran TUHAN maka ia akan mengalami seperti yang tertulis dalam Amsal 29:1 " Siapa bersitegang leher, walaupun telah mendapat teguran, akan sekonyong-konyong di remukkan tanpa dapat dipulihkan lagi".

Saudaraku, dari gambaran diatas menjadi peringatan bagi kita untuk senantiasa bersikap rendah hati ( lapang dada ) saat mendapat teguran dari TUHAN, sebab semuanya akan mendatangkan kebaikan bagi kita....AMEN.



TUHAN YESUS memberkati Anda dan Keluarga...AMEN.

Selasa, 22 Februari 2011

MENJADI ALAT TUHAN

Pembacaan dari Kisah Para Rasul 9:13-16
Kisah Para Rasul 9 : 15 Tetapi firman Tuhan kepadanya: “Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagiKU untuk memberitakan namaKU kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel.

Menjadi alat pilihan Tuhan adalah sebuah anugerah yang tak ternilai. Latar belakang kita tidak akan mempengaruhi pilihan Tuhan. Ia memilih siapa saja yang dikehendakiNYA untuk menjadi alat di tanganNYA. Kita semua sudah mengetahui latar belakang kehidupan Paulus ketika ia masih bernama Saulus. Mungkin jika kita hidup dijaman Saulus, kita tidak akan menemukan kalimat pujian untuk setiap perbuatannya, terlalu buruk di mata masyarakat. Tetapi Tuhan sangat berkenan padanya. Ia tetap memilihnya menjadi alat di tanganNYA. Adakah yang berhak mencegah? Adakah yang berhak protes? Kadang kala kita sendiri yang protes jika Tuhan memilih kita. Kita mengajukan berbagai alasan pada Tuhan untuk menolak pembentukanNYA dalam hidup kita agar menjadi alatNYA. Sebab orang-orang yang menjadi alat Tuhan akan mengalami banyak didikan yang keras.
Kisah Para Rasul 9 : 16 Aku sendiri akan menunjukkan kepadanya, betapa banyak penderitaan yang harus ia tanggung oleh karena namaKU.
Tidak mudah bagi Paulus untuk menjadi alat Tuhan. Banyak hal harus dia lalui. Tetapi Ia tidak mengeluh, tidak protes, tidak berkecil hati. Dengan berani Paulus terus memberitakan injil Kerajaan. Banyak penderitaan bukan halangan baginya, dan bukan menjadi alasan baginya untuk mundur. Ia tetap semangat. Sebab ia tahu dalam segala hal yang ia hadapi Tuhan Yesus tetap bersamaNYA. Dan melayani Yesus adalah anugerah terbesar dalam hidupnya.

Jika saat ini kita adalah salah satu orang yang ditunjuk Tuhan untuk menjadi alatNYA. Jangan pernah menolak karena berbagai alasan. Melayani Tuhan adalah anugerah dariNYA, bukan karena kemampuan kita, bukan karena bagusnya latar belakang kehidupan kita. Atau jika ada diantara saudara kita yang dipilih Tuhan menjadi alatNYA, kita tidak berhak protes atau menghakimi oleh karena masa lalu atau kemampuannya yang terbatas. Sebab Tuhan akan memilih kepada siapa IA BERKENAN. Bukan manusia yang menentukan layak atau tidaknya seseorang melayani. Tetapi IA yang akan memilihnya. Terimalah mereka yang melayani Tuhan dengan segala keberadaannya, jangan menghakimi berdasarkan kehidupannya di masa lalu, atau berdasarkan latar belakang keluarganya. Siapalah kita semua ini, jika bukan TUHAN yang berkenan atas kita, maka kita bukaanlah apa-apa.(Amin)

Rabu, 09 Februari 2011

CARILAH TUHAN YESUS SETIAP WAKTU

‘ Carilah TUHAN dan kekuatanNya, carilah wajahNya selalu !.” Tawarikh 16:11.
Baca Tawarikh 16:7-36.
Raja Daud menyadari benar betapa pentingnya memiliki persekutuan yang karib dengan TUHAN. Daud menyadari di sepanjang hidupnya dia mengalami teramat banyak pertolongan dan kasih TUHAN, sehingga hatinya senantiasa dipenuhi ucapan syukur dan kerinduan untuk menceritakan perbuatan TUHAN kepada orang lain. Serunya , “ Bersyukurlah kepada TUHAN, panggilah namaNya, perkenankanlah perbuatanNya di antara bangsa-bangsa ! Bernyanyilah bagiNya, bermazmurlah bagiNya, percakapkanlah segala perbuatanNya yang ajaib! Bermegahlah di dalam nama-Nya yang kudus, biarlah bersukahati orang-orang yang mencari TUHAN! “. 1 Tawarikh 16 :8-10.

Tak lupa Daud juga membimbing anaknya ( Salomo ) untuk lebih mengenal TUHAN lebih dekat dan beribadah kepadaNya dengan penuh tulus, dan agar Salomo terus mencari TUHAN dengan sungguh-sungguh seperti Dau sendiri, pesannya , “….. anakku Salomo, kenallah Allahnya ayahmu dan beribadahlah kepada-Nya dengan tulus ikhlas dan dengan rela hati, sebab TUHAN menyelidiki segala hati dan mengerti segala niat dan cita-cita. Jika engkau mencari Dia, maka Ia berkenan ditemui olehmu, tetapi jika engkau meninggalkan Dia maka Ia akan membuang engkau untuk selamanya. 1 Tawarikh 28:9.

Apa yang disampaikan Daud kepada Salomo itu juga bagi segenap umat TUHAN didunia ini . Selagi TUHAN berkenan di temui , biarlah kita mencari Dia setiap waktu, karena apabila kita meninggalkan TUHAN, Dia akan membuang kita untuk selama-lamanya. Sungguh tidak bisa dibayangkan bagaimana keadaan kita bila TUHAN sampai membuang kita. Kita tidak dapat hidup tanpa TUHAN; setiap saat sepanjang hidup kita memerlukanNya, bukan saja kita susah , tetapi juga saat semuanya berjalan baik, kita harus mencari dan tetap memerlukan Dia.

Inilah nafas hidup orang percaya yaitu tidak dapat terpisahkan dari TUHAN. TUHAN harus menjadi kebutuhan Kita yang paling utama; bukan harta, kekayaan, pangkat, atau ketenaranyang menjadi sandaran hidup Kita.. Maka Kita membutuhkan persekutuan denganNya setiap waktu, jangan menjadi ‘ penodong’ belaka yang meminta paksa kepada TUHAN ketika Kita membutuhkan pertolonganNya, padahal Ia bersedia ditemui setiap saat, dalam keadaan apapun .
Saudaraku , tangan TUHAN melindungi orang yang mencari Dia, tapi murkaNya menimpa orang yang meninggalkanNya. ( Baca Ezra 8:22b ).

TUHAN YESUS memberkati Anda dan Keluarga……AMEN.

KETIKA TUHAN MENDENGAR

“ Ketika TUHAN mendengar perkataanmu itu, sedang kamu mengatakannya kepadaku, maka berfirmanlah TUHAN kepadaku: Telah Kudengar perkataan bangsa ini yang dikatakan mereka kepadamu. Segala yang dikatakan mereka itu baik. “ Ulangan 5:28.

Baca Ulangan 5:23-33; 1 Korintus 9:27.

Ini pujian yang TUHAN berikan bagi orang Israel yang tegar tengkuk itu. Dia berkata,’ Segala yang di katakan mereka itu baik.” Kata-kata apa yang di ucapkan bangsa Israel sehinggga TUHAN memuji-Nya ? “ Mendekatlah engkau ( Musa ) dan dengarkanlah segala yang diFirmankan TUHAN, ALLAH kita, dan engkaulah ( Musa ) yang mengatakan kepada kami segala yang di Firmankan kepadamu ( Musa ) oleh TUHAN,ALLAH kita, maka kami akan mendengar dan melakukannya.” Ulangan 5:27. Itulah yang diinginkan TUHAN dari orang Israel “ mendengar dan melakukannya.” Sebab tidak ada cara lain untuk menyenangkan hati TUHAN kecuali “ mendengar dan melakukan Firman TUHAN. “ Bahkan TUHAN berkata, “ Kiranya hati mereka selalu begitu, yakni takut akan Daku dan berpegang pada segala perintahKu….” Sebab bila hati TUHAN di senangkan maka akan menjadi “ baik keadaan mereka dan anak-anak mereka untuk selama-lamanya !. “ Ulangan 5:29.
Sudah berapa banyak kita mendengar Firman ALLAH dalam hidup kita ? Mungkin ada yang berkata, “ setiap hari “ Tetapi apakah kita melakukan Firman TUHAN sebanyak apa yang kita dengar ? Saudaraku, mendengar Firman TUHAN dan melakukannya adalah sesuatu yang sangat menyenangkan TUHAN. Dan biarlah itu menjadi gaya hidup kita sehari-sehari.Bila itu telah menjadi gaya hidup kita sehari-hari. Bila itu telah menjadi gaya hidup kita, janji TUHAN kepada orang Israel { “ Supaya baik keadaan mereka dan anak-anak mereka untuk selama-lamanya! “ ( ayat 29 ).} pasti akan kita alami dalam hidup kita sekarang ini.
Ada banyak masalah yang kita hadapi dalam hidup ini dan ternyata masalahnya satu saja yaitu tidak melakukan Firman TUHAN dengan baik. Ini sangat sederhana tetapi membutuhkan ketekunan dan komitmen, Memang lebih muda hidup tidak sesuai dengan Firman TUHAN . Mengapa ? Sebab itu sudah menjadi gaya hidup manusia lama kita. Bukanlah Anda dan saya adalah manusia baru di dalam KRISTUS. Mendengar Firman TUHAN dan melakukannya dalam hidup kita seharusnya menjadi gaya hidup manusia baru. Jangan pernah berkata, “ Kita kan masih hidup di dalam daging ? . Kan wajar jika masih ada kesalahan di sana sini., “ Siapa yang tidak tahu kalau kita masih hidup dalam daging ? justru itu kita harus melatih dan mengendalikan daging kita untuk melakukan firman TUHAN. Sebab selama ini sudah terbiasa melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan Firman TUHAN. Paulus berkata, “Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak. 1 Korintus 9:27……..AMEN.

TUHAN YESUS memberkati Anda dan Keluarga…..AMEN.