Rabu, 16 November 2011
Secarik Kertas Di Toilet
oleh : Juliana Joentak Boru Sasada
Percayakah Anda bahwa Tuhan bisa bicara melalui apapun? Seperti pengalaman hidup tentang seorang pengkhotbah dan misionaris di Vietnam yang bernama Hien. Dia adalah teman seorang pengkhotbah terkenal, Ravi Zacharias. Saat Ravi berhasil pulang dan kembali berkumpul dengan keluarganya, Hien malahan tertangkap dan menjadi tawanan perang. Dia dianiaya dan dipaksa harus mengakui bahwa Yesus tidak ada di bumi. Namun, ditengah keputus-asaannya, tiba-tiba dia menemukan secarik kertas di tempat sampah toilet, yang ketika itu dia sedang bertugas membersihkan kakus di penjara. Karena penasaran dia memperhatikan kertas itu. Isinya dalam Inggris. Bahasa yang telah ia lupakan karena dilarang untuk menggunakannya oleh tentara Vienam. Tetapi ia terus membuka kertas itu dan membersihkannya. Ternyata isi kertas itu adalah Roma 8:28 yang berbunyi demikian, "Kita tahu sekarang bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah." Ayat itu menggema dalam hatinya dan seakan-akan Tuhan meyakinkan dia bahwa sesungguhnya Tuhan tidak pernah meninggalkan dia, sekalipun di saat-saat dia menderita di penjara.
Keesokkan harinya ia minta ditugaskan untuk membersihkan toilet lagi, karena ingin mencari lembaran sobekan Alkitab lainnya. Benar saja! Ia menemukannya sobekan lainnya lagi, membersihkannya dari kotoran manusia dan mengantonginya. Di malam hari, ia merenungkankan dan iapun berbalik lagi kepada Tuhan dan mulai berdoa agar bisa terbebas dari penjara. Beberapa hari kemudian dia berhasil melarikan diri bersama banyak orang lainnya. Herannya lagi, 4 orang tentara yang tahu tentang pelarian itu dan mengejar mereka malahan ikut melarikan diri bersama dengan mereka. Mereka melarikan diri melewati laut menggunakan sebuah perahu. Kesulitan merekapun bertambah, ketika badai datang. Untungnya, 4 orang tentara yang ikut melarikan diri bersama Hien sudah berpengalaman di medan apapun. Sehingga, saat badai datang mereka berhasil menahan perahu itu untuk tidak tenggelam. Akhirnya, dengan pertolongan Tuhan yang luar biasa Hien dan para tahanan yang kabur lainnya beserta 4 orang tentara itu bisa selamat. Lalu Hienpun kembali ke San Fransisco.
Dari kisah diatas membuktikan pada kita bahwa ternyata Tuhan sungguh bisa bicara melalui apapun untuk meyakinkan kita bahwa Dia masih ada untuk kita, dan kehadiranNya sungguh nyata. Dia bisa bicara melalui sebuah ayat, sebuah buku, seseorang yang kita temui, anggota keluarga kita, melalui khotbah di gereja, televisi, radio ataupun melalui sebuah lagu. Intinya apapun alatnya, Tuhan itu tidak akan tinggal diam untuk selama-lamanya ketika melihat anak-anakNya yang mencarinya. Mungkin terkadang ada saat-saat dimana kita merasa Tuhan itu diam saja, padahal kita sedang mengalami situasi yang buruk. Namun, sadar atau tidak pada saat itu yang kita butuhkan hanyalah berserah, berdiam, berdoa, bertanya dan berharap. Tuhan tidak pernah meninggalkan anak-anakNya, Dia bisa berbicara dan tidak hanya diam saja. Tuhan kita itu Tuhan yang hidup! Hanya saja, terkadang Dia bicara disaat yang kita tidak dapat menduga. Marilah mulai saat ini kita mau belajar percaya, bahwa Tuhan itu tidak diam, Dia adalah Tuhan yang bisa bicara melalui apa saja. Hanya, sediakanlah waktu untuk mendengar, ketika Dia bicara.
SEPULUH FIRMAN ALLAH
FIRMAN PERTAMA
Akulah Tuhan Allahmu seru Tuhan kita. Jangan ada padamu allah lain dihadapan-Ku.
FIRMAN KEDUA
Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada dilangit atas,atau yang ada dibumi dibawah,atau yang ada dalam air dibawah bumi untuk disembah dan beribadah kepadanya.
FIRMAN KETIGA
Jangan menyebut nama Tuhan Allahmu dengan sembarangan.Sebab Tuhan akan memandang bersalah orang yang menyebut Nama-Nya dengan sembarangan.
FIRMAN KEEMPAT
Ingat dan Kuduskanlah hari Sabat,enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala perkerjaanmu tetapi hari yang ketujuh adalah hari Sabat Tuhan Allahmu,maka jangan melakukan
sesuatu pekerjaan,engkau atau anakmu laki-laki atau hambamu perempuan atau hewanmu,atau orang asing yang ada ditempat kediamanmu.Sebab enam hari lamanya Tuhan menjadikan langit dan bumi dan segala isinya,dan Ia berhenti pada hari ketujuh.Itulah sebabnya Tuhan memberkati hari Sabat dan Menguduskannya.
FIRMAN KELIMA
Hormatilah Ayah dan Ibumu,supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan Tuhan Allah kepadamu.
FIRMAN KEENAM
Jangan membunuh.
FIRMAN KETUJUH
Jangan berzinah.
FIRMAN KEDELAPAN
Jangan mencuri.
FIRMAN KESEMBILAN
Jangan mengucap saksi dusta tentang sesamamu.
FIRMAN KESEPULUH
Jangan mengingini rumah sesamamu,jangan mengingini isteri sesamamu atau hambanya laki-laki,atau hambanya perempuan,atau lembunya atau keledainya,atau apapun yang di punyai sesamamu.
apa yg dikatakan Allah tentang kesepuluh Firman_Nya itu ?
Ia berkata,"Aku, Tuhan, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku, tetapi Aku menunjukkan Kasih Setia kepada berribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada perintah-perintah-Ku." (Kel 20 : 5 - 6)
Amen...
Memiliki Dunia tapi Kehilangan Nyawa
oleh : Faris Siagian Papagalote
Ayat bacaan: Markus 8:36
"Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia kehilangan nyawanya."
Yesus mengingatkan murid-muridNya dan tentu saja kita semua agar jangan terjebak oleh pola pikir dunia yang terus mengajarkan untuk mencari kebahagiaan lewat kemewahan dan timbunan harta, kekuasaan, tinggi status dan sebagainya. Yesus berkata "Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia kehilangan nyawanya." (Markus 8:36). Ya, kita bisa memperoleh seluruh dunia untuk berada dalam genggaman kita, tetapi jika itu membuat kita kehilangan kesempatan untuk selamat, ketika kita membuang hak kita untuk hidup dalam Kerajaan Allah yang kekal, apa gunanya? Sebandingkah kenikmatan sesaat dengan penderitaan kekal yang akan datang jika kita terus menghamba kepada harta? Jika ada yang berpikir bahwa uang bisa membeli kebahagiaan bahkan membeli hukum dan manusia, sebandingkah segala kepuasan yang berasal dari kejahatan itu untuk ditukarkan dengan maut, kematian yang kekal? Firman Tuhan berkata: "Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya." (1 Yohanes 2:17). Itu terjadi ribuan tahun lalu, itu masih berlangsung hingga saat ini. Dunia terus lenyap tertelan keinginannya sendiri, tetapi hanya orang-orang yang taatlah yang akan hidup kekal selamanya.
ingatlah bahwa kebahagiaan dan kesejahteraan sejati sesungguhnya ada di tangan Tuhan, dan bukan tergantung dari besarnya harta kepemilikan kita, status atau kekuasaan di dunia. Semua itu tidak ada gunanya jika kita harus kehilangan keselamatan, dan sama sekali tidak sebanding dengan ganjaran yang akan kita peroleh kelak. Yesus justru menganjurkan kita agar mengumpulkan harta bukan di bumi melainkan di Surga. "Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya." (Matius 6:19-20).
Hiduplah sesuai panggilan dalam kasih dan ketaatan akan Tuhan... IMMANUEL.. GBU... T.T
TEKUN DALAM BERDOA
oleh : Faris Siagian Papagalote
Ayat bacaan: Lukas 18:1
"Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu."
Tuhan Yesus memberikan sebuah perumpamaan yang sangat menarik mengenai pentignnya sebuah ketekunan dalam berdoa seperti yang bisa kita baca dalam Lukas 18:1-8. Mengambil perumpamaan tentang seorang janda, sosok yang lemah dan sering digambarkan sebagai figur yang tertindas dan diperlakukan tidak adil di dalam Alkitab, dan seorang hakim yang lalim. Demikian bunyi ayat pembuka perikop ini. "Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu." (Lukas 18:1). Dalam kisah ini, si janda diceritakan terus memohon kepada hakim lalim agar haknya dibela. (ay 3). Sementara si hakim bukanlah orang yang takut akan Tuhan, dan sikapnya arogan dan lalim, tidak menghormati siapapun. Sesuai dengan gambaran pribadi si hakim, sudah tentu ia menolak permohonan janda ini. Tapi lihatlah janda itu tidak jemu-jemu mendatanginya dan memohon. Dengan gigih janda itu berjuang. Kegigihan menunjukkan bahwa ia masih menaruh harapan agar permohonannya dikabulkan, karena tidak ada orang yang akan gigih jika mereka tidak punya harapan sama sekali. Lalu pada akhirnya sang hakim yang lalim pun luluh dan membenarkan si janda. Dan Yesus pun berkata, "Camkanlah apa yang dikatakan hakim yang lalim itu!" (ay 6). Jika hakim yang lalim saja bisa luluh terhadap permohonan tidak jemu-jemu, dan pada akhirnya mau mengabulkan permintaan si janda, bagaimana mungkin Tuhan yang begitu penuh kasih setia tidak mendengarkan seruan kita? "Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka?" (ay 7). Tuhan yang penuh kasih dan adil akan selalu membenarkan anak-anakNya yang siang dan malam berseru kepadaNya dengan tidak jemu-jemu! Dia akan selalu memperhatikan setiap anakNya yang terus datang dengan kerinduan dan kasih untuk berbicara dan mendengar suaraNya tanpa henti, tanpa terpengaruh hal apapun. Dia tidak akan pernah mengulur-ulur waktu untuk menolong kita, Dia tidak akan pernah berbahagia melihat kita menderita.
Janji Tuhan akan selalu ditepati, itu pasti. Yang jadi masalah seringkali kita memandang hanya berdasarkan apa yang terbaik menurut kita sendiri saja, bukan kepada apa yang terbaik menurut Tuhan. "Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir." (Pengkotbah 3:11). Apa yang Tuhan Yesus ajarkan lewat perumpamaan tadi begitu jelas, memberi sebuah perumpamaan untuk menegaskan, bahwa kita seharusnya selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu. "Siang malam kami berdoa sungguh-sungguh, supaya kita bertemu muka dengan muka dan menambahkan apa yang masih kurang pada imanmu." (1 Tesalonika 3:10). Lihatlah bagaimana ketekunan dan kesungguhan Paulus dalam mendoakan jemaat disana. Ini menjadi gambaran sebuah kegigihan dan ketekunan dalam doa yang disertai pengharapan yang berakar pada iman yang percaya sepenuhnya pada Tuhan.
Tetapi ingatlah bahwa apa yang dimaksud dengan berdoa dengan tidak jemu-jemu atau doa yang dipanjatkan terus menerus siang dan malam bukanlah berarti doa harus terus kita ulang-ulang atau bertele-tele. Ada kalanya jawaban Tuhan tidak akan segera datang. Mungkin waktunya belum tepat, mungkin Tuhan ingin menguji keteguhan dan ketekunan kita, tapi pada saatnya, Tuhan akan menolong dan memberkati kita sesuai janji-janjiNya. Adalah jauh lebih penting untuk membina hubungan karib dengan Tuhan, dan sarana untuk itu adalah melalui doa. Oleh sebab itu tetaplah bertekunlah berdoa tanpa jemu-jemu. "Marilah kita teguh berpegang pada pengakuan tentang pengharapan kita, sebab Ia, yang menjanjikannya, setia." (Ibrani 10:23).
Kegigihan atau ketekunan merupakan faktor penting yang membawa kesuksesan
Rabu, 05 Oktober 2011
Illustrasi Kehidupan
Suatu hari seorang ayah menyuruh anak-anaknya ke hutan melihat sebuah pohon pir di waktu yang berbeda.
Anak pertama disuruhnya pergi pada misim DINGIN,
Anak kedua pada musim SEMI,
Anak ketiga pada musin PANAS,
dan Anak keempat pada musim GUGUR.
Mereka menberikan pendapat kepada ayahnya :
Anak1 : pohon pir itu tampak sangat jelek dan batangnya bengkok,
Anak2 : pohon itu dipenuhi kuncuo-kuncup hijau yang menjanjikan,
Anak3 : pohon itu dipenuhi dengan bunga-bunga yang menebarkan bau yang harum,
Anak4 : ia tidak setuju dengan saudaranya, ia berkata bahwa pohon itu penuh dengan buah yang matang dan harum.
Kemudian sang ayah berkata bahwa kalian semuanya benar, hanya saja kalian melihat di waktu yang berbeda.
AYahnya berpesan : "Mulai sekarang jangan pernah menilai kehidupan hanya berdasarkan satu masa yang sulit."
Ketika kamu mengalami masa-masa sulit, segalanya terlihat tidak menjanjikan, banyak kegagalan dan kekecewaan, jangan cepat menyalahkan diri dan orang lain, bahkan berkata bahwa kamu tidak mampu, bodoh dan bernasib sial...
Ingatlah, kamu berharga dimata TUHAN, tidak ada istilah "nasib sial" bagi orang yang percaya !
Kerjakan yang menjadi bagianmu dan percayalah TUHAN akan mengerjakan bagian-Nya...
Jika kamu tidak bersabar ketika berada di musim dingin, maka kamu akan kehilangan musim semi dan musim panas yang menjanjikan harapan, dan kamu tidak akan menuai hasil dimusim gugur. Kegelapan malam tidak seterusnya bertahan, esok akan datang fajar yang mengusir kegelapan. Bersama TUHAN selalu ada pengharapan yang baru.
(Dikutip dari Buletin GMI Jemaat Betel tanggal 2 Oktober 2011)
Anak pertama disuruhnya pergi pada misim DINGIN,
Anak kedua pada musim SEMI,
Anak ketiga pada musin PANAS,
dan Anak keempat pada musim GUGUR.
Mereka menberikan pendapat kepada ayahnya :
Anak1 : pohon pir itu tampak sangat jelek dan batangnya bengkok,
Anak2 : pohon itu dipenuhi kuncuo-kuncup hijau yang menjanjikan,
Anak3 : pohon itu dipenuhi dengan bunga-bunga yang menebarkan bau yang harum,
Anak4 : ia tidak setuju dengan saudaranya, ia berkata bahwa pohon itu penuh dengan buah yang matang dan harum.
Kemudian sang ayah berkata bahwa kalian semuanya benar, hanya saja kalian melihat di waktu yang berbeda.
AYahnya berpesan : "Mulai sekarang jangan pernah menilai kehidupan hanya berdasarkan satu masa yang sulit."
Ketika kamu mengalami masa-masa sulit, segalanya terlihat tidak menjanjikan, banyak kegagalan dan kekecewaan, jangan cepat menyalahkan diri dan orang lain, bahkan berkata bahwa kamu tidak mampu, bodoh dan bernasib sial...
Ingatlah, kamu berharga dimata TUHAN, tidak ada istilah "nasib sial" bagi orang yang percaya !
Kerjakan yang menjadi bagianmu dan percayalah TUHAN akan mengerjakan bagian-Nya...
Jika kamu tidak bersabar ketika berada di musim dingin, maka kamu akan kehilangan musim semi dan musim panas yang menjanjikan harapan, dan kamu tidak akan menuai hasil dimusim gugur. Kegelapan malam tidak seterusnya bertahan, esok akan datang fajar yang mengusir kegelapan. Bersama TUHAN selalu ada pengharapan yang baru.
(Dikutip dari Buletin GMI Jemaat Betel tanggal 2 Oktober 2011)
Selasa, 07 Juni 2011
HUKUM YANG TERUTAMA
HUKUM YANG TERUTAMA
Hukum yang terutama adalah hukum “Kasih”. Buah Roh yang pertama di sebutkan juga “Kasih”. Kasih menjadi dasar/landasan bagi kita orang percaya untuk dapat berhubungan terus dengan TUHAN. Dalam Matius 22:37-39 Jawab Yesus kepadanya :”Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang ke dua, yang sama dengan itu, ialah : kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
Jika bicara “Kasih” hampir semua orang beriman langsung memandang dari segi membina hubungan kasih dengan sesama saudara seiman. Hal ini memang perlu sebab ini perintah Allah. Tetapi kita harus ingat bahwa masih ada unsur penting dalam buah Roh kasih, tidak hanya mencakup hubungan dengan sesama.
Tuhan ingin kita sebagai anak-anakNYA menjadi sempurna, sama seperti Bapa yang adalah sempurna. (Mat 5:48). Sebab seorang anak harus memiliki kemiripan dengan Bapanya. Untuk dapat menjadi sempurna seperti Bapa maka setiap anak wajib membangun hubungan “Kasih” dengan Bapanya yang di sorga. Sebab dengan tegas Tuhan Yesus mengatakan, hukum yang terutama adalah Kasihilah Tuhan Allahmu......
Allah menghendaki anak-anakNYA mengenalNYA sedemikian rupa hingga dapat mengekspresikan kasih mereka kepadaNYA sebagaimana yang mereka mampu dalam hubungan yang paling intim denganNYA. Mengasihi sesama adalah perwujudan pengembangan dari pengenalan dan hubungan kasih kepada BAPA dengan intim. Jika kita dapat benar-benar mengasihi BAPA, maka tidak akan ada lagi ketakutan (1 Yoh 4:18), sebab siapa masih memiliki ketakutan berarti ia tidak sempurna di dalam kasih. Bapa sangat mengetahui bahwa roh ketakutan menjalar cepat seperti kanker dalam diri orang beriman yang tidak sempurna dalam pengembangan kasih kepada BAPA. Sebab masa ini makin jahat, banyak hal akan terjadi menimpa bumi ,masa menuju akhir. Tuhan Yesus sudah memperingatkan dalam Lukas 21:26. Dengan memiliki hubungan kasih dengan BAPA, maka kita orang beriman mampu mengatasi segala hal yang dihadapi dalam kehidupan ini.
Mari kita bina dan kembangkan dengan kesungguhan hubungan kasih dengan BAPA agar kita dapat mengenalNYA dengan benar. Dengan cara mempertajam penglihatan rohani kita untuk dapat mempelajari sifat-sifat BAPA melalui teladan hidup TUHAN YESUS. Berdoalah di dalam ROH (Yudas 20,21). Mempraktikkan kasih, agar kasih ALLAH menjadi sempurna di dalam kita (1 Yohanes 4:12). (Amin)
Hukum yang terutama adalah hukum “Kasih”. Buah Roh yang pertama di sebutkan juga “Kasih”. Kasih menjadi dasar/landasan bagi kita orang percaya untuk dapat berhubungan terus dengan TUHAN. Dalam Matius 22:37-39 Jawab Yesus kepadanya :”Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang ke dua, yang sama dengan itu, ialah : kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
Jika bicara “Kasih” hampir semua orang beriman langsung memandang dari segi membina hubungan kasih dengan sesama saudara seiman. Hal ini memang perlu sebab ini perintah Allah. Tetapi kita harus ingat bahwa masih ada unsur penting dalam buah Roh kasih, tidak hanya mencakup hubungan dengan sesama.
Tuhan ingin kita sebagai anak-anakNYA menjadi sempurna, sama seperti Bapa yang adalah sempurna. (Mat 5:48). Sebab seorang anak harus memiliki kemiripan dengan Bapanya. Untuk dapat menjadi sempurna seperti Bapa maka setiap anak wajib membangun hubungan “Kasih” dengan Bapanya yang di sorga. Sebab dengan tegas Tuhan Yesus mengatakan, hukum yang terutama adalah Kasihilah Tuhan Allahmu......
Allah menghendaki anak-anakNYA mengenalNYA sedemikian rupa hingga dapat mengekspresikan kasih mereka kepadaNYA sebagaimana yang mereka mampu dalam hubungan yang paling intim denganNYA. Mengasihi sesama adalah perwujudan pengembangan dari pengenalan dan hubungan kasih kepada BAPA dengan intim. Jika kita dapat benar-benar mengasihi BAPA, maka tidak akan ada lagi ketakutan (1 Yoh 4:18), sebab siapa masih memiliki ketakutan berarti ia tidak sempurna di dalam kasih. Bapa sangat mengetahui bahwa roh ketakutan menjalar cepat seperti kanker dalam diri orang beriman yang tidak sempurna dalam pengembangan kasih kepada BAPA. Sebab masa ini makin jahat, banyak hal akan terjadi menimpa bumi ,masa menuju akhir. Tuhan Yesus sudah memperingatkan dalam Lukas 21:26. Dengan memiliki hubungan kasih dengan BAPA, maka kita orang beriman mampu mengatasi segala hal yang dihadapi dalam kehidupan ini.
Mari kita bina dan kembangkan dengan kesungguhan hubungan kasih dengan BAPA agar kita dapat mengenalNYA dengan benar. Dengan cara mempertajam penglihatan rohani kita untuk dapat mempelajari sifat-sifat BAPA melalui teladan hidup TUHAN YESUS. Berdoalah di dalam ROH (Yudas 20,21). Mempraktikkan kasih, agar kasih ALLAH menjadi sempurna di dalam kita (1 Yohanes 4:12). (Amin)
Senin, 06 Juni 2011
MENJADI UTUSAN TUHAN
“ MENJADI UTUSAN TUHAN.”
“ Jawab malaikat itu kepadanya: “ Akulah Gabriel yang melayani ALLAH dan aku telah diutus untuk berbicara dengan engkau dan untuk menyampaikan kabar baik ini kepadamu.” Lukas 1:19
Baca Matius 25:15
Setiap orang yang telah lahir baru, memiliki predikat sebagai seorang “ messenger “ utusan. Hal ini tidak jauh berbeda dengan tugas dari pada malaikat Gabriel. Adapun yugas dari malaikat Gabriel adalah membawa kabar baik. Dan setiap kabar yang disampaikan berdasarkan atas nama TUHAN. Demikian setiap amanat yang kita terima merupakan tugas yang mulia. Untuk dapat memenuhi panggilan sebagai utusan TUHAN, ada beberapa hal yang harus kita perhatikan :
1. Hidup kudus dan benar……mengenai syarat yang pertama ini memang tidak mudah untuk dilakukan , tetapi itulah yang harus kita penuhi, sebab Firman TUHAN berkata : “ sebab ada tertulis : Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.” 1 Petrus 1:16. Selain itu dalam ayat lain juga dikatakan”…….sebab tanpa kekudusan tidak seoarangpun akan melihat TUHAN.” Ibrani 12:14b. Saudara, setiap perintah atau tugas yang kita terima tentunya dapat kita lakukan karena didalam diri kita ada kuasa yang tidak terbatas yaitu kuasa Roh Kudus. Jadi untuk dapat hidup kudus dan benar itu pasti dapat kita lakukan, asalkan kita mau taat dan bergantung sepenuhnya kepada TUHAN. Walaupun ada seribu alasan bahwa hidup Kudus dan benar itu sulit, tetapi itulah yang harus kita kejar dan dapatkan. TUHAN YESUS telah meberikan teladan kepada kita dalam mengemban segala tugas-Nya yang diberikan oleh BAPA. Dengan ketaatan dan hubungan-Nya yang begitu erat itulah yang membuat Dia tetap hidup dalam kekudusan dan kebenaran.
2. Mengembangkan Talenta……Setiap orang , terutama anak TUHAN pasti dibekali dengan sebuah talenta walaupun masing-masing talenta yang diberikan TUHAN berbeda-berbeda, tetapi yang pasti semuanya itu diberikan pada kita sebagai salah satu perlengkapan dalam menjalankan tugas yang TUHAN berikan kepada kita. Ada orang yang diberikan satu talenta, dua talenta atau lima talenta; semuanya itu diberikan berdasarkan kesanggupan masing-masing. (Matius 25:15). Dan talenta yang kita terima harus kita kembangkan, tetapi bukanlah brarti kita kembangkan untuk diri kita sendiri tetapi juga untuk orang lain. Inilah salah satu hal yang harus kita lakukan karena didalamnya terkandung suatu tugas untuk dapat diberitakan Injil / kabar baik, yaitu kabar keselamatan. Tetapi apabila kita tidak mengembangkan talenta yang telah kita terima, maka ada konsekwensi yang harus kita tanggung, seperti tertulis dalam Matius 25:26…” Maka jawab tuannya itu: Hai kamu hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat dimana aku tidak menabur dan memungut dari tempat dimana aku tidak menanam ? Karena itu sudahlah seharusnya uangku itu kauberikan kepada orang yang menjalankan uang, supaya sekembaliku aku menerimanya serta dengan bunganya. Sebab itu ambilkanlah talenta itu dari padanya dan berikan kepada orang yang mempunyai sepuluh talenta itu. Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya. Dan campakanlah hamba yang tidak berguna itu kedalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.
3. Bertanggung jawab…..Segala tugas yang dipercayakan kepada kita biarlah kita lakukan dengan sungguh-sungguh disertai rasa penuh tanggung jawab. Namun berapa banyak orang yang pada mulanya melayani TUHAN begitu menggebu-gebu, tetapi pada saat diperhadapkan dengan suatu ujian atau tantanngan, maka oaring tersebut mulai berjalan mundur secara teratur; dalam pengertian orang tersebut mulai perlahan-lahan meninggalkan sebagai tanggung jawabnya sebagai utusan TUHAN. Kita lihat kisah dari YUNUS; ia telah mendapat predikat sebagai seorang nabi atau penyambung lidah ALLAH, tetapi pada saat ia diperintahkan TUHAN pergi ke Niniwe untuk menyampaikan pesan TUHAN ternyata ia justru lari dari tanggung jawabnya dan ia pergi Tarsis, sehingga ia harus mengalami persoalan yang begitu berat. Namun bagaimanapun juga TUHAN masih tetap saying kepada YUNUS, sehingga TUHAN memberi kesempatan kepada Yunus untuk bertobat. Ahkirnya ia pergi ke Niniwe dan seluruh kota Niniwe diselamatkan TUHAN. Padahal kota tersebut hendak ditunggang balikan oleh TUHAN karena segala kejahatannya. Tetapi oleh karena utusan yang kembali untuk melakukan segala tanggung jawabnya maka pemulihan itu terjadi.Oleh karena itu , melalui kisah Yunus ini biarlah boleh mengingatkan kepada kita bahwa kita semua yang percaya kepada KRISTUS adalah utusan ALLAH yang punya tanggung jawab terhadap keselamatan jiwa-jiwa. Yehezkhiel 33:7-9….” Dan engkau anak manusia, Aku menetapkan engkau menjadi penjaga bagi kaum Israel. Bilamana engkau mendengar sesuatu firman dari pada-Ku, peringatkanlah mereka demi nama-Ku. Kalau Aku berfirman kepada orang jahat: Hai orang jahat, engkau pasti mati! --dan engkau tidak berkata apa-apa untuk memperingatkan orang jahat itu supaya bertobat dari hidupnya, orang jahat itu akan mati dalam kesalahannya, tetapi Aku akan menuntut pertanggungan jawab atas nyawanya dari padamu. Tetapi jikalau engkau memperingatkan orang jahat itu supaya ia bertobat dari hidupnya, tetapi ia tidak mau bertobat, ia akan mati dalam kesalahannya, tetapi engkau telah menyelamatkan nyawamu.
4 Mempergunakan Kesempatan Yang Ada……Setiap orang mendapatkan kesempatan untuk melakukan segala tugas yang telah diterima, tetapi tidak semua orang dapat mempergunakan kesempatan yang ada. Justru kesempatan itu dibuang secara percuma tanpa menghiraukan apa yang akan menjadi tanggung jawabnya semula. Memang kesempatan yang kita terima waktunya berbeda-beda ada yang pendek maupun ada yang panjang. Namun hal itu tidak menghambat kita untukmelakukan tugas-tugas sebagai seorang utusan TUHAN; sebab Firman TUHAN berkata : …” Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, selama masih siang; akan datang malam, di mana tidak ada seorangpun yang dapat bekerja.” Yohanes 9:4. Dan dalam ayat lain juga menasehatkan : …”. Hiduplah dengan penuh hikmat terhadap orang-orang luar, pergunakanlah waktu yang ada.” Kolose 4:5.
Dari keempat hal diatas biarlah boleh peringatan bagi kita untuk semakin sungguh-sungguh lagi dalam melaksanakan segala tugas yang TUHAN berikan kepada kita karena kita adalah Utusan TUHAN, segala sesuatu yang kita kerjakan dengan sungguh-sungguh tidak akan sia-sia, karena upah dari TUHAN telah dipersiapkan bagi kita…..AMEN.
TUHAN YESUS memberkati Anda dan Keluarga…AMEN.
“ Jawab malaikat itu kepadanya: “ Akulah Gabriel yang melayani ALLAH dan aku telah diutus untuk berbicara dengan engkau dan untuk menyampaikan kabar baik ini kepadamu.” Lukas 1:19
Baca Matius 25:15
Setiap orang yang telah lahir baru, memiliki predikat sebagai seorang “ messenger “ utusan. Hal ini tidak jauh berbeda dengan tugas dari pada malaikat Gabriel. Adapun yugas dari malaikat Gabriel adalah membawa kabar baik. Dan setiap kabar yang disampaikan berdasarkan atas nama TUHAN. Demikian setiap amanat yang kita terima merupakan tugas yang mulia. Untuk dapat memenuhi panggilan sebagai utusan TUHAN, ada beberapa hal yang harus kita perhatikan :
1. Hidup kudus dan benar……mengenai syarat yang pertama ini memang tidak mudah untuk dilakukan , tetapi itulah yang harus kita penuhi, sebab Firman TUHAN berkata : “ sebab ada tertulis : Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.” 1 Petrus 1:16. Selain itu dalam ayat lain juga dikatakan”…….sebab tanpa kekudusan tidak seoarangpun akan melihat TUHAN.” Ibrani 12:14b. Saudara, setiap perintah atau tugas yang kita terima tentunya dapat kita lakukan karena didalam diri kita ada kuasa yang tidak terbatas yaitu kuasa Roh Kudus. Jadi untuk dapat hidup kudus dan benar itu pasti dapat kita lakukan, asalkan kita mau taat dan bergantung sepenuhnya kepada TUHAN. Walaupun ada seribu alasan bahwa hidup Kudus dan benar itu sulit, tetapi itulah yang harus kita kejar dan dapatkan. TUHAN YESUS telah meberikan teladan kepada kita dalam mengemban segala tugas-Nya yang diberikan oleh BAPA. Dengan ketaatan dan hubungan-Nya yang begitu erat itulah yang membuat Dia tetap hidup dalam kekudusan dan kebenaran.
2. Mengembangkan Talenta……Setiap orang , terutama anak TUHAN pasti dibekali dengan sebuah talenta walaupun masing-masing talenta yang diberikan TUHAN berbeda-berbeda, tetapi yang pasti semuanya itu diberikan pada kita sebagai salah satu perlengkapan dalam menjalankan tugas yang TUHAN berikan kepada kita. Ada orang yang diberikan satu talenta, dua talenta atau lima talenta; semuanya itu diberikan berdasarkan kesanggupan masing-masing. (Matius 25:15). Dan talenta yang kita terima harus kita kembangkan, tetapi bukanlah brarti kita kembangkan untuk diri kita sendiri tetapi juga untuk orang lain. Inilah salah satu hal yang harus kita lakukan karena didalamnya terkandung suatu tugas untuk dapat diberitakan Injil / kabar baik, yaitu kabar keselamatan. Tetapi apabila kita tidak mengembangkan talenta yang telah kita terima, maka ada konsekwensi yang harus kita tanggung, seperti tertulis dalam Matius 25:26…” Maka jawab tuannya itu: Hai kamu hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat dimana aku tidak menabur dan memungut dari tempat dimana aku tidak menanam ? Karena itu sudahlah seharusnya uangku itu kauberikan kepada orang yang menjalankan uang, supaya sekembaliku aku menerimanya serta dengan bunganya. Sebab itu ambilkanlah talenta itu dari padanya dan berikan kepada orang yang mempunyai sepuluh talenta itu. Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya. Dan campakanlah hamba yang tidak berguna itu kedalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.
3. Bertanggung jawab…..Segala tugas yang dipercayakan kepada kita biarlah kita lakukan dengan sungguh-sungguh disertai rasa penuh tanggung jawab. Namun berapa banyak orang yang pada mulanya melayani TUHAN begitu menggebu-gebu, tetapi pada saat diperhadapkan dengan suatu ujian atau tantanngan, maka oaring tersebut mulai berjalan mundur secara teratur; dalam pengertian orang tersebut mulai perlahan-lahan meninggalkan sebagai tanggung jawabnya sebagai utusan TUHAN. Kita lihat kisah dari YUNUS; ia telah mendapat predikat sebagai seorang nabi atau penyambung lidah ALLAH, tetapi pada saat ia diperintahkan TUHAN pergi ke Niniwe untuk menyampaikan pesan TUHAN ternyata ia justru lari dari tanggung jawabnya dan ia pergi Tarsis, sehingga ia harus mengalami persoalan yang begitu berat. Namun bagaimanapun juga TUHAN masih tetap saying kepada YUNUS, sehingga TUHAN memberi kesempatan kepada Yunus untuk bertobat. Ahkirnya ia pergi ke Niniwe dan seluruh kota Niniwe diselamatkan TUHAN. Padahal kota tersebut hendak ditunggang balikan oleh TUHAN karena segala kejahatannya. Tetapi oleh karena utusan yang kembali untuk melakukan segala tanggung jawabnya maka pemulihan itu terjadi.Oleh karena itu , melalui kisah Yunus ini biarlah boleh mengingatkan kepada kita bahwa kita semua yang percaya kepada KRISTUS adalah utusan ALLAH yang punya tanggung jawab terhadap keselamatan jiwa-jiwa. Yehezkhiel 33:7-9….” Dan engkau anak manusia, Aku menetapkan engkau menjadi penjaga bagi kaum Israel. Bilamana engkau mendengar sesuatu firman dari pada-Ku, peringatkanlah mereka demi nama-Ku. Kalau Aku berfirman kepada orang jahat: Hai orang jahat, engkau pasti mati! --dan engkau tidak berkata apa-apa untuk memperingatkan orang jahat itu supaya bertobat dari hidupnya, orang jahat itu akan mati dalam kesalahannya, tetapi Aku akan menuntut pertanggungan jawab atas nyawanya dari padamu. Tetapi jikalau engkau memperingatkan orang jahat itu supaya ia bertobat dari hidupnya, tetapi ia tidak mau bertobat, ia akan mati dalam kesalahannya, tetapi engkau telah menyelamatkan nyawamu.
4 Mempergunakan Kesempatan Yang Ada……Setiap orang mendapatkan kesempatan untuk melakukan segala tugas yang telah diterima, tetapi tidak semua orang dapat mempergunakan kesempatan yang ada. Justru kesempatan itu dibuang secara percuma tanpa menghiraukan apa yang akan menjadi tanggung jawabnya semula. Memang kesempatan yang kita terima waktunya berbeda-beda ada yang pendek maupun ada yang panjang. Namun hal itu tidak menghambat kita untukmelakukan tugas-tugas sebagai seorang utusan TUHAN; sebab Firman TUHAN berkata : …” Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, selama masih siang; akan datang malam, di mana tidak ada seorangpun yang dapat bekerja.” Yohanes 9:4. Dan dalam ayat lain juga menasehatkan : …”. Hiduplah dengan penuh hikmat terhadap orang-orang luar, pergunakanlah waktu yang ada.” Kolose 4:5.
Dari keempat hal diatas biarlah boleh peringatan bagi kita untuk semakin sungguh-sungguh lagi dalam melaksanakan segala tugas yang TUHAN berikan kepada kita karena kita adalah Utusan TUHAN, segala sesuatu yang kita kerjakan dengan sungguh-sungguh tidak akan sia-sia, karena upah dari TUHAN telah dipersiapkan bagi kita…..AMEN.
TUHAN YESUS memberkati Anda dan Keluarga…AMEN.
Langganan:
Postingan (Atom)